BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 8 Sep 2015 06:04 WIB ·

Aneh, GIDI Ajukan 3 Syarat Ini Agar Shalat Idhul Adha di Tolikara Aman


 Aneh, GIDI Ajukan 3 Syarat Ini Agar Shalat Idhul Adha di Tolikara Aman Perbesar

MediaTangerang.com – Pihak Gereja Injili di Indonesia (GIDI) kembali membuat ulah. Setelah sebelumnya menjadi tertuduh kasus kebakaran Masjid Baitul Muttaqin Tolikara dan beredarnya lambang Zionis Israel di Tolikara, kali ini GIDI meminta syarat-syarat yang memancing reaksi negatif dari ummat islam pada perayaan Idul Adha.

Keamanan di Tolikara khususnya bagi warga Muslim di sana pasca kerusuhan Idul Fitri lalu masih belum bisa terlaksana pada perayaan Idul Adha mendatang.

Ustadz Ali Muchtar, tokoh umat Islam
Tolikara, dikutip  islampos.com Jumat (4/9) malam lalu menyatakan bahwa Idul Adha di Tolikara masih belum ada jaminan akan berlangsung aman karena pihak Kristen dari GIDI meminta beberapa syarat jika umat Islam Tolikara ingin berlebaran Idul Adha.

“Tidak diizinkan sama mereka, kecuali permintaan mereka dikabulkan. Bisa diizinkan kembali seperti dulu yang penting dua tersangka yang ditahan di Polda dibebaskan, proses hukum mereka dihentikan dan diselesaikan secara adat, pembersihan nama baik tokoh-tokoh GIDI termasuk GIDI nya sendiri,” ujar pria baruh baya ini.

“Termasuk mereka juga minta gereja GIDI di Solo yang sempat ditutup oleh umat Islam di sana bisa dibuka kembali,” kata ustadz Ali.

Meski mengaku tidak mengancam, pihak GIDI menyatakan bahwa mereka tidak bisa memberikan jaminan keamanan pada saat perayaan Idul Adha nanti, tambah ustadz Ali.

Ustadz Ali Muchtar menyatakan bahwa dirinya datang ke Jakarta bersama dengan sejumlah tokoh agama, pejabat pemerintah dan aparat keamanan sejak beberapa hari yang lalu untuk bertemu Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan guna membahas proses rekonsiliasi dan persiapan Idul Adha di Tolikara.

Pada pertemuan hari Sabtu siang kemarin (5/9/2015) antara tokoh Tolikara dengan Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, pihak GIDI kembali menegaskan adanya beberapa persyaratan jika umat Islam ingin merayakan Idul Adha di Tolikara dengan aman.

Kendati demikian, kepada para tokoh Tolikara, Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan meminta pihak GIDI menghormati bahwa dalam insiden Tolikara pada Idul Fitri lalu, semua orang yang terlibat sama di mata hukum dan penegakan hukum harus dilaksanakan. 

Sumber
via Media Tangerang

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru