Bekasimedia – Pada tahun 2010 lalu, Marina Le Pen yang sedang menarik simpati untuk meneruskan dinasti ayahnya di salah satu partai yang ada di Perancis, mengeluarkan pernyataan kontroversial saat sedang berkampanye. Marina membandingkan kaum muslim Perancis saat ini dengan pendudukan Nazi pada masa Perang Dunia Kedua.
“Bagi mereka yang ingin berbicara banyak tentang Perang Dunia II, kalau ini tentang pendudukan, maka kita juga bisa berbicara tentang itu, karena tindakan itu mirip pendudukan suatu wilayah,” katanya pada pertemuan di Lyon yang merujuk pada Shalat Jumat yang diadakan oleh Muslim Perancis, yang saking banyaknya hingga meluber ke jalan-jalan.
“Ini adalah bagian pendudukan wilayah, distrik dimana hukum agama berlaku. Ini adalah pendudukan,” katanya dalam pawai yang merupakan bagian dari upayanya untuk mengambil alih pimpinan partai.
“Tentu saja tidak ada tank, tidak ada tentara tetapi tetap hal itu suatu pendudukan dan mengganggu penduduk setempat,” lanjutnya.
Saat ini, Marina Le Pen akan disidang atas pernyataannya itu. Dilansir AFP, saat ditanya tentang persidangannya, Marina Le Pen menjawab, “Iya, saya tidak akan melewati kesempatan yang spesial seperti itu,” jawabnya.
Pada 2014 juga, posisinya di Parlemen Eropa sudah dicopot setelah dalam voting, ia dinyatakan bersalah karena pernyataannya itu.
Sebagaimana diketahui, saat ini Islam menjadi agama terbanyak kedua yang dianut oleh masyarakat Perancis. Maka tidak heran, kini banyak pesepakbola Perancis yang menganut agama Islam, baik yang muallaf maupun yang memang terlahir muslim, seperti Samir Nasri, Frank RIbery atau legenda mereka Zinedine Zidane. (frb)
The post Marina Le Pen, Wanita Yang Membandingkan Shalat Jumat Dengan Pendudukan Nazi Segera Diadili appeared first on Bekasi Media.
Sumber Suara Jakarta











