| Ilustrasi |
Sedangkan, kecelakaan lalu linta banyak terjadi pada kendaraan bermotor roda dua. Untuk menyiasati berkurangnya angka kecelakaan lalu lintas tersebut, Pemkot mendorong masyarakat agar mau menggunakan (Bus Rapid Transit).
“Makanya kita dorong biar masyarakat itu mau naik BRT, dan sopir angkotnya kita tawarkan jadi supir taxi,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkot Tangerang bersama Kepolisian sudah melaksanakan banyak program bangun jalan, penambahan ruas jalan dengan mengembangkan angkutan massal, sehingga masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi ataupun angkutan umum ke angkutan yang lebih besar, sehingga kerawanan kemacetan dapat diatasi.
Namun disisi lain, ia mengaku, pihaknya masih mengalami berbagai masalah dalam menangani permasalahan lalu lintas. Salah satunya yang ia keluhkan adalah, koordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait dukungan dan bantuan baik berupa pembangunan jalan hingga masalah aturan. Belum lagi pemahahaman dan kesadaran yang minim dari masyarakat terkait keselamatan berlalu lintas.
“Kalau ada masyarakat yang naik motor ugal-ugalan dan tidak menggunakan helm, ketika dia kecelakaan salah siapa?”, tanya Arief.
“Kami tetap berusaha melindungi masyarakat, tapi kami harap masyarakat juga mau mengerti dan menjaga dirinya sendiri,” pintanya.
Sumber
via Media Tangerang











