BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 5 Okt 2016 17:28 WIB ·

Survei: Pemilih Petahana Sudah Anjlok 10 Persen


 Survei: Pemilih Petahana Sudah Anjlok 10 Persen Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Hanya butuh waktu 3 bulan, tren elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama sudah anjlok 10,8%. Bulan Juli 2016 Basuki memiliki elektabilitas sebesar 42,7% dan turun menjadi 31,9% pada Survei bulan Oktober 2016 ini. Demikian angka dalam survei PRC PolMark Indonesia.

PRC adalah lembaga survei di bawah PolMark Indonesia. Untuk Pilkada Jakarta 2017, PRC telah mengadakan tiga (3) kali survei, yaitu pada bulan Februari, Juli dan Oktober 2016. Berikut adalah sebagian kecil hasil survei ketiga PRC PolMark Indonesia yang kegiatan wawancara/turun lapangannya diadakan pada 28 September – 4 Oktober 2016 lalu.

Survei ini dilakukan terhadap 1.100 responden, yaitu warga Jakarta berhak pilih pada saat survei diadakan. Responden diambil dengan metode multistage random sampling (sampel acak bertingkat), diwawancarai secara tatap muka. Margin of error survei ini adalah +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Responden terdistribusi secara proporsional di setiap Kota di DKI Jakarta.

Berikut Sejumlah kecil hasil survei yang bisa diinformasikan kepada media,Rabu (5/10/16) pagi:

1. Suara Petahana Selisih Dibawah 10%

Survei ini menunjukkan bahwa petahana, pasangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat memiliki elektabilitas 31,9% diikuti oleh Anies Rasyid Baswedan – Sandiaga Salahuddin Uno 23,2% dan Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni dengan elektabilitas 16,7%. Masyarakat Jakarta yang belum menentukan pilihan sebesar 28,2%.


2. Tren Suara Petahana Anjlok

Trend elektabilitas Basuki mengalami penurunan sebesar 10,8% dalam rentang waktu Juli hingga Oktober ini (sekitar tiga bulan). Dalam survei PRC PolMark Indonesia bulan Juli 2016 Basuki memiliki elektabilitas sebesar 42,7% dan turun menjadi 31,9% pada Survei bulan Oktober 2016 ini.

3. Pemilih Petahana Masih Bisa Berkurang

Dari 31,9% responden yang memilih Basuki-Djarot dalam survei bulan Oktober ini, hanya 23,2% yang menyatakan pilihannya terhadap Basuki-Djarot sudah mantap, tidak akan berubah. Sementara itu, dalam survei bulan Juli 2016, dari 42,7% yang memilih Basuki-Djarot yang menyatakan mantap 28,7%. Dengan demikian, di kalangan pemilihnya yang mantap sekalipun, elektabilitas Basuki-Djarot mengalami penurunan sebesar 5,5%.

4. Tingkat Kepuasan Masyarakat Menurun

Trend serupa terjadi pada tingkat kepuasan masyarakat Jakarta terhadap kinerja Basuki sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dalam survei Oktober 2016, tingkat kepuasan terhadap kinerja Gubernur adalah 61,8%. Angka ini merupakan penurunan sebesar 8% dari tingkat kepuasan sebesar 69,8% dalam survei Juli 2016 lalu.

5. Petahana Dikenal Tapi Tidak Disukai

Survei PRC PolMark Indonesia Oktober 2016 juga menunjukkan bahwa Basuki adalah kandidat yang paling dikenal warga. Sebanyak 97,1% warga kenal Basuki. Tetapi, hanya 58,3% yang mengaku suka pada Basuki. Sementara itu, Anies dikenal oleh 82,8% masyarakat Jakarta dan disukai oleh 63,1% masyarakat. Lebih banyak warga Jakarta yang menyukai Anies dibandingkan Basuki. Sedangkan Agus dikenal oleh 81,5% dan disukai oleh 53,5% masyarakat Jakarta.

6. Sandi Lebih Disukai Daripada Djarot 

Berikut adalah data hasil survei menyangkut popularitas dan kedisukaan para kandidat Wakil Gubernur. Djarot dikenal oleh 79,6% dan disukai oleh 46,9% warga. Sandiaga dikenal oleh 75,6% dan disukai oleh 50,8% masyarakat. Sementara Sylviana dikenal oleh 56,1% dan disukai oleh 32,7% warga Jakarta.

7. Petahana Gagal Atasi Macet dan Banjir 

Secara umum masyarakat DKI Jakarta menilai Basuki-Djarot berhasil dalam hal penyediaan transportasi umum yang memadai, pembersihan sungai-sungai di Jakarta, perbaikan fasilitas angkutan dan jalan raya, dan perbaikan kinerja birokrasi. Sedangkan dalam hal penanggulangan banjir, penanggulangan kemacetan, penertiban “pemukiman liar”, dan penertiban pedagang kaki lima (PKL), Basuki-Djarot dinilai gagal.

Berdasarkan data survei ini, Eef Saefullah Fatah dari Polmark mengambil kesimpulan Pilkada Jakarta berpotensi besar berlangsung dalam dua (2) putaran. Selain itu menurut Eef, dari data yang ada menunjukkan bahwa pasangan Anies-Sandiaga berpotensi mendulang suara terbanyak dalam Putaran Pertama, diikuti oleh pasangan Basuki-Djarot.

“Tersedia potensi yang cukup besar, petahana dapat ditumbangkan dalam Pilkada Jakarta 2017 ini, mengulang fenomena serupa dalam Pilkada 2012 lalu,” ujar Eef. (*/eas)

The post Survei: Pemilih Petahana Sudah Anjlok 10 Persen appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

Sumber Suara Jakarta

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru