BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 3 Sep 2015 15:01 WIB ·

Netizen Dukung Petisi Tolak As-Sisi


 Netizen Dukung Petisi Tolak As-Sisi Perbesar

Bekasimedia – kabar Kedatangan Abdel Fattah As-Sisi Kamis malam (3/9/15) ke Indonesia menuai kontroversi. Pasalnya, Abdel Fatah As-Sisi dinilai sebagai sosok penjahat kemanusiaan yang telah melakukan pelanggaran HAM berat di Mesir. Oleh karena itu, salah seorang Netizen, Nova Abuzar, hari ini membuat sebuah petisi kepada Presiden Joko Widodo agar menolak kedatangan As-Sisi ke Indonesia, setelah sebuah rencana terdengar di telinga publlik, Presiden mengundang As-Sisi.
Petisi di laman change.org tersebut berbunyi:

Presiden RI Joko Widodo harus memperhatikan aspirasi masyarakat Indonesia dan menghormati UUD RI yang menjamin kemerdekaan bangsa dan kebebasan warga negara. Sudah terlalu banyak bukti pelanggaran HAM berat yang dilakukan as-Sisi, tidak hanya membungkam suara kritis, melainkan juga menangkap, menyiksa dan memenjarakan ribuan warga tanpa kesalahan jelas, serta membantai ribuan warga sipil tak bersenjata. Kejahatan as-Sisi lebih keji daripada Augusto Pinochet (Chile) atau Slobodan Milosevic (Serbia).

Hingga berita ini diturunkan, telah ada 130 lebih netizen yang menandatangani petisi tersebut.
Beberapa netizen bahkan sempat mebutarakan alasan mengapa mereka menandatangani petisi tersebut.
Tri Sugiarti, dari Jakarta Timur misalnya, ia menyatakan, “As Sisi, adalah Presiden tidak resmi yang menggulingkan Presiden sah Mesir, telah memenjarakan orang-orang tanpa proses pengadilan dan Saya menggugat Peristiwa Rabiah,”
Sementara nama Darlim Tampubolon beralasan, ”Pengambilalihan paksa melalui kudeta militer terhadap pemerintahan yang sah adalah sebuah kejahatan demokrasi,”

Akun lainnya, Den bagus Ripto menyatakan, “Menolak kehadiran orang yang berbuat makar. Kalau presiden ngundang dia berarti melanggar UUD 45,”

Seperti diketahui bahwa Mesir memanas karena As-Sisi berencana mengkudeta Presiden Moursi dari jabatannya. Rencana kudeta dari pemimpin tidak resmi Mesir tersebut akhirnya menuai konflik yang meminta ribuan nyawa melayang. Warga sipil banyak yang tewas dan banyak juga yang dijebloskan ke penjara. As-Sisi pun akhirnya dinilai banyak pihak sebagai penjahat kemanusiaan dan rezim otoriter As-sisi dinilai telah melanggar HAM dan hal itu telah dicatat oleh dewan HAM PBB.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru