BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 13 Des 2017 13:57 WIB ·

Soal Ibukota Israel, Begini Klarifikasi Penerbit Yudhistira


 Soal Ibukota Israel, Begini Klarifikasi Penerbit Yudhistira Perbesar

Para guru dan orangtua nampaknya harus melihat-lihat kembali Buku Pelajaran IPS yang dipakai anak-anak di sekolah, terutama buku-buku yang memuat nama-nama negara beserta ibukotanya. Pasalnya, salah satu buku yang diterbitkan Penerbit Yudhistira saat ini, tengah ramai diperbincangkan karena mencatut nama Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Riuh percakapan di dunia maya sejak Selasa (12/12/2017) kemarin semakin melebar apalagi setelah beredar scan surat klarifikasi dan permintaan maaf dari Penerbit Yudhistira. Dalam surat tersebut, penerbit Yudhistira meminta maaf dan mengakui kekeliruannya mencantumkan nama Yerusalem sebagai ibukota Israel pada isi buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 6 Sekolah Dasar (SD).

Penerbit tersebut akhirnya meyakinkan publik dengan janji segera merevisi isi buku pada cetakan yang akan datang.

https://twitter.com/Jinggho_Kribo/status/940758355374571520/photo/1

“Sehubungan dengan informasi yang berkembang belakangan ini tentang isi buku IPS kelas VI terbitan Yudhistira yang memuat bahwa ibukota Israel adalah Yerusalem, perlu kami sampaikan bahwa kami mengambil data tersebut dari sumber internet World Population Data Sheet 2010,” papar Dedi Hidayat, Kepala Penerbitan Yudhistira dalam surat klarifikasi bernomor 12/Pnb-YGI/XII/2017 yang diterima Rabu (13/12/2017).

“Kami tidak mengetahui kalau ternyata data tersebut masih menjadi perdebatan dan belum diakui secara internasional. Perlu kami sampaikan juga beberapa sumber di internet juga mencantumkan hal yang sama. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, kami mohon maaf apabila sumber yang kami ambil dianggap keliru. Kami akan melakukan perbaikan atau revisi isi buku pada cetakan berikutnya,” terangnya kemudian sebagaimana tercantum dalam isi surat.

Atas beredarnya informasi ini kabarnya Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga akan memanggil pihak penerbit dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. (anr/dari berbagai sumber)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru