BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 15 Nov 2017 10:35 WIB ·

Komisi I DPRD Minta Polisi Tangkap Pemasang Spanduk Provokatif


 Komisi I DPRD Minta Polisi Tangkap Pemasang Spanduk Provokatif Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Solihin mengomentari beredarnya spanduk yang bunyi kalimatnya menggugat kembali persoalan ijazah palsu kepala daerah di Kota Bekasi.

Gus Shol, demikian ia biasa disapa, mengatakan hendaknya jika punya keberatan, kritik dan saran disampaikan melalui pendekatan audiensi dan jangan sampai disuguhkan langsung ke publik. Hal itu ia sampaikan kepada awak media di ruangan komisi I DPRD Kota Bekasi, Rabu (15/11/2017).

“Kalaupun ingin menyampaikan pendapat, kritik dan saran maka lakukanlah dengan beraudiensi sesuai dengan wadahnya di DPRD maupun di Pemerintah Kota Bekasi, apapagi pesan yang disampaikan tersebut sudah memasuki ranah hukum, jadi biarlah proses hukum yang menjawabnya dan jangan disuguhkan kepada publik,” harapnya.

Gus Shol mengimbau kepada pelaku politik yang punya keinginan untuk menjadi kepala daerah agar memberikan edukasi politik kepada masyarakat dan jangan kemudian memprovokasi masyarakat karena akan sangat berbahaya bahkan bisa memunculkan resistensi di bawah.

Gus Shol mengajak kepada semua pihak untuk berkompetisi dalam gagasan, ide dan program-program pembangunan yang cemerlang untuk masyarakat.

“Inikan zaman now, artinya bagaimana elit politik ini yang punya hasrat politik untuk mencalonkan kepala daerah harus mempunyai ide dan gagasan cemerlang, jangan hasrat ingin berkuasa tetapi dilakukan dengan cara-cara kotor,” pungkasnya.

Sebagai anggota komisi I yang membawahi masalah hukum dan pemerintahan, Gus Shol meminta kepada pemerintah kota Bekasi segera mengambil sikap tegas atau kejadian ini dan meminta kepada kepolisian harus sigap dan mengambil inisiatif menangkap orang yang memasang spanduk tersebut agar tidak melebarkan isu ke mana-mana sampai menjelang Pilkada. Gus Shol juga berharap kedepan tidak ada lagi kejadian ini.

Spanduk yang dimaksud Gus Shol sempat terpampang di kolong Jembatan Layang Summarecon. Tulisan di spanduk itu, “Jangan Biarkan Masa Depan Anak Bangsa Dikuasai Iblis Laknat Pelacur Demokrasi. Tangkap Aktor Intelektual Kasus Ijazah Palsu Kepala Daerah Kota Bekasi. Pahlawan kepadamu kami mengadu”. (DNS)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru