BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 10 Feb 2016 17:35 WIB ·

Eks Gafatar Dipulangkan, Syaikhu: "Jangan Kembali Lagi"


 Eks Gafatar Dipulangkan, Syaikhu: "Jangan Kembali Lagi" Perbesar

Dinsos eks gafatar
Bekasimedia – Warga eks anggota Gafatar akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing pada Rabu (10/2). Proses pemulangan Eks Gafatar dari Dinas Sosial Kota Bekasi ini dihadiri oleh Wakil Walikota Bekasi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, Kasat Binmas Resta Kota Bekasi, Kepala Dinas Sosial, Sekretaris MUI dan Koramil Bekasi Timur.
Pemulangan eks Gafatar gelombang ketiga berjumlah 31 orang. Mereka yang dijemput oleh Dinas Sosial Jawa Barat sebelumnya terbagi menjadi dua kelompok. Yang pertama asal dari Cipayung sebanyak 29 orang dan yang kedua dari Asrama Haji kota Bekasi berjumlah 2 orang.
Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Agus Darma menyatakan 8 kepala keluarga sudah dibekali pembinaan di tingkat Kementerian Sosial selama 4 hari dan tingkat provinsi selama seminggu.
“Saat ini di Dinas Sosial kota Bekasi seluruh eks Gafatar akan dipulangkan ke rumah masing-masing,” ujar Agus Darma saat melakukan sambutan pemulangan eks Gafatar pada Selasa (10/2).
Pada senin, 15 Februari, kata Agus para mantan anggota Gafatar berdasarkan informasi awal sebanyak 48 orang akan dijemput minggu depan.
“Semoga ini yang terakhir dan saya melaporkan kepada Walikota Bekasi bahwa Dinas Sosial sudah 8 hari menyiapkan dapur umum untuk menyiapkan pasokan makanan untuk Eks Gafatar. Di awal berjumlah 900 orang dan pada saat ini, berjumlah 330 orang eks Gafatar di dapur umum,” tandasnya.
Sementara itu Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu menyatakan,”saya berharap warga eks Gafatar dapat kembali ke masyarakat dan jangan kembali lagi ke Gafatar. Fatwa MUI sudah jelas mengharamkan Gafatar karena ajarannya menyimpang.”
Kata Syaikhu, semua keyakinan warga kembali ke hati nurani mereka masing-masing.
“Dari 31 orang ini latar belakangnya Muslim,” kata Syikhu. Syaikhu melanjutkan, “kesaksian kembalinya seorang muslim adalah dengan ungkapan syahadat. Itu pembuktian kita sebagai orang muslim. Dengan membaca syahadat kita kembali ke masyarakat sudah dengan keyakinan agama kita yaitu Islam. Keyakinan dilindungi adalah 6 agama yang resmi di Indonesia. Selain itu kalau ada agama lain berarti masuk dalam kategori penistaan agama.”
Syaikhu berharap warga dapat menjalankan agama yang diyakini semula.
“Tinggalkan ajaran-ajaran lalu. Kalau ada intimidasi dari masyarakat silakan hubungi Babinsa dan Kapermas. Bisa juga ke RT/RW, lurah dan Camat. Untuk anak – anak ini harus memiliki pendidikan, nanti kita arahkan ke Disdik,” pungkasnya. (JJ3)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru