BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 5 Feb 2016 11:35 WIB ·

Inilah 4 Perbedaan Investor China dan Jepang! Buruh Pilih Mana..?


 Inilah 4 Perbedaan Investor China dan Jepang! Buruh Pilih Mana..? Perbesar

image
Bekasimedia – Sejak Indonesia dipimpin Jokowi, perusahaan-perusahaan asal China lebih gencar berinvestasi di Indonesia. Kereta Cepat Jakarta Bandung yang awalnya akan ditangani Jepang beralih ke China.
Investasi China juga memasuki dunia otomotif. Pabrikan SAIC-GM-Wuling (SGMW) akan membangun pabrik mobil di Bekasi, Jawa Barat dengan nilai investasi sebesar Rp 9,7 triliun.
Sementara di lain pihak, perusahaan-perusahaan asal Jepang dan Amerika Serikat (AS) perlahan mulai menghentikan penjualan produknya. Bahkan ada beberapa perusahaan yang terpaksa angkat kaki dari Indonesia seperti Panasonic, Toshiba dan Ford.
Dilansir liputan6.com, Presiden Konfederasi ‎Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, ada sejumlah perbedaan mendasar antara perusahaan China dengan perusahaan Jepang dan Amerika, terutama dalam hal tenaga kerja.
1. Penyerapan Tenaga Kerja
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, perusahaan Jepang dan AS tidak menyertakan unskill worker bekerja di mana investasi mereka ditanamkan. Sedangkan perusahaan China turut menyertakan unskill worker.
“Ini mengancam tenaga kerja lokal dan berarti investasi tidak membuka lapangan kerja baru. Misalnya perusahaan baja di Pulogadung, jumlah tenaga kerjanya 300 orang, 100 orang diantaranya pekerja asal China, seperti tukang masak, tukang batu, sopir forklift‎, dan itu ilegal. Makanya mereka ngumpet kalau ada pemeriksaan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/2/2016).
2. Waktu Investasi
Perusahaan Jepang dan AS telah sejak lama berinvestasi di Indonesia. Sedangkan perusahaan China baru saat ini saja mulai gencar berinvestasi dalam skala besar.
“China ini belum teruji, faktanya investasi China kalau tidak untung mereka kabur. Pabrik dan mesinnya sewa sehingga tinggal kabur badan. Itu terjadi di perusahaan tekstil, garmen, komponen elektronik yang kecil-kecil,” kata dia.
3. Aturan Ketenagakerjaan
Iqbal mengatakan perusahaan Jepang dan AS selama ini diakui tunduk pada aturan-aturan normatif ketenagakerjaan misalnya upah dibayar sesuai UMP, adanya jaminan kesehatan, adanya jaminan pensiun, dan jika pun harus melakukan PHK, hal tersebut dilakukan dengan mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia.
“Perusahaan China di Pulogadung misalnya, itu membayar upah dibawah upah minimum. UMP DKI kan saat ini Rp 3,1 juta, tetapi pekerjanya ada yang masih dibayar Rp 2,6 juta, ada yang Rp 2,8 juta,” jelasnya.
4. Dana Investasi
Saat ini investasi China lebih pada investasi mercusuar seperti kereta cepat, pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW). Sedangkan investasi Jepang dan AS merupakan investasi yang produk dananya berasal dari internal perusahaan.
“China meminjam pada dana B to B yang sifatnya meminjam dana dari negara. Karena mereka mengandalkan bank infrastruktur Asia yang didirikan China sebagai pelaku utama, seperti kereta cepat. Tetapi ketika mereka rugi, maka yang akan menanggung adalah negara,” tandasnya.
Bagaimana kaum buruh? Siap bekerja di perusahaan China?

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru