BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 23 Jan 2016 07:33 WIB ·

Sesekali Peristiwa di Banten Selatan.. Novel Padat Karya Pram


 Sesekali Peristiwa di Banten Selatan.. Novel Padat Karya Pram Perbesar

image
Bekasimedia – Novel singkat yang ditulis Pramoedya Ananta Toer “SESEKALI PERISTIWA DIBANTEN SELATAN” merupakan hasil dari “reportase” singkat sastrawan legendaris ini di wilayah Banten Selatan.
Sebagaimana yang ditulis dalam novelnya, Pramoedya Ananta Toer berkunjung ke Banten pada akhir 1957. Dan melihat perpaduan alam yang masih perawan serta subur dan kayanya bumi, selain itu letak tanah yang landai kaya akan gunung dan jurang, ditambah dengan hamparan luas lautan biru.
Berbanding terbalik jika melihat kedalam kehidupan masyarakatnya yang sangat miskin-miskin. Kerdil, tidak berdaya, lumpuh daya kerjanya. Serta hilang rasa percaya diri sendiri.
Hilang Semangat dan harapan tersebut bukan karena miskin dan tidak bisa baca tulis. Melainkan karena, mereka di hisap. Mereka di injak-injak. Mereka dipaksa hidup dalam rasa ketakutan yang memiskinkannya. Harapan itu hilang oleh rasa ketakutan.
Melalui tokoh Ranta sang lurah yang sebelumnya hidup dalam penderitaan, sampai bosan dengan rasa takut dan rasa putus asa. Pram mencoba meneteskan setitik rasa percaya diri. Sebuah keteguhan untuk melawan kemiskinan dan penindasan dengan cara terus menerus melalui kekuatan kebersamaan yang akrab disebut dengan nama “gotong royong”.
Menurut Pram, “Tubuh boleh disekap, ditendang, diinjak-injak, tapi semangat hidup tidak boleh redup”. Belajar dari semangat yang dibawa oleh Pramoedya, Kita tidak boleh hidup hanya dalam kepasrahan, menginginkan sesuatu tanpa melakukan usaha yang jelas dan nyata.  Atau hanya berdoa dibalik tembok suci peribadahan. Sebagai manusia yang mengharapkan kebenaran, keadilan bisa terwujud. Kita semua harus lawan terhadap siapapun yang menindas, membungkam yang mengakibatkan kemiskinan.
Sebagaimana mengutip kata Pram dalam novelnya melalui Percakapan Ranta dengan Rodjali:
Ranta: “Dimana-mana aku selalu dengar, Yang benar juga akhirnya yang menang. Itu benar. Benar sekali”.
Rodjali :”Tapi kapan Pak?”
Ranta : “Kebenaran tidak datang dari langit. Dia musti diperjuangkan untuk menjadi benar”.
Muhammad Faqih

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru