BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 12 Jan 2016 15:03 WIB ·

Wow! Harga Lahan Kawasan Industri di Bekasi Paling Mahal se-Indonesia


 Wow! Harga Lahan Kawasan Industri di Bekasi Paling Mahal se-Indonesia Perbesar

image
Bekasimedia – Ternyata harga lahan di kawasan industri yang tersebar di Kawasan Bekasi paling mahal se-Indonesia. Harga lahan di kawasan industri MM2100 yang dikembangkan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk sekitar 200 dollar AS per meter persegi.
Menurut laporan Colliers International Indonesia seperti dilansir Kompas, harga reratanya menembus angka 221,10 dollar AS per meter persegi dengan kurs Rp 13.773.
Harga rerata ini diperoleh dari harga terendah 195 dollar dollar AS per meter persegi, dan tertinggi 254, 10 dollar AS per meter persegi.
Patokan harga tersebut lebih tinggi dibanding harga rerata lahan industri di kawasan populer lainnya, seperti Serang, Tangerang, Bogor, dan Karawang.
Tingginya harga lahan industri di Bekasi tak lepas dari pertumbuhan jumlah perusahaan baik domestik maupun multinasional yang beroperasi.
Selain itu, fenomena pertambahan jumlah penduduk kelas menengah ikut menstimulasi harga lahan semakin bernilai komersial, untuk tidak dikatakan melangit.
“Dalam beberapa kasus, lahan kosong yang dialokasikan untuk keperluan industri bisa berubah menjadi lahan untuk pembangunan perumahan atau properti komersial lainnya,” ujar Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dilansir Kompascom (12/1).
Adapun harga rerata lahan industri di Serang mencapai 130,70 dollar AS meter persegi, Tangerang 141,60 dollar AS per meter persegi, Bogor 161,60 dollar AS per meter persegi, dan Karawang 185 dollar AS per meter persegi. 
Secara umum, subsektor kawasan industri sepanjang 2015 menunjukkan kinerja kurang menggembirakan.
Hal ini ditandai dengan minimnya pasokan yang hanya seluas 20 hektar masuk pasar. Terbatasnya pasokan ini, karena harga lahan sudah semakin menjulang akibat masifnya praktik konversi menjadi properti hunian dan komersial.
Sementara dari segmen penjualan, tidak lebih baik dari tahun 2014. Total penjualan lahan industri sepanjang 2015 tercatat seluas 347,51 hektar atau 79 persen lebih rendah dari penjualan tahun sebelumnya.
Lima jenis industri yang mendominasi penyerapan lahan ini adalah industri makanan sebesar 31,39 persen. Disusul industri otomotif 26,56 persen, material bangunan 7,26 persen, logistik dan pergudangan 7,17 persen, dan barang-barang konsumsi 6,62 persen. (*/eas)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru