BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 10 Jan 2016 08:25 WIB ·

Pantai Drini Gunung Kidul, Pantai dengan Dua Kepribadian


 Pantai Drini Gunung Kidul, Pantai dengan Dua Kepribadian Perbesar

image
Bekasimedia – Pernahkah Anda bermain di pantai yang memiliki ombak yang sangat tenang tapi saat berjalan ke sisi satunya, air menjadi garang dan berombak cukup kuat? Jika belum, tim Bekasimedia mempunyai rekomendasi untuk Anda.
Pantai Drini namanya. Sebuah pantai di daerah Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini memiliki dua karakter air yang berbeda. Saat Anda melihat di sisi timur, maka Anda akan melihat air yang tenang, namun jika Anda melihat ke sisi barat, maka Anda akan melihat ombak garang yang menyapu di pantai. Kepribadian ganda tersebut dapat Anda lihat di Pantai Drini.
Pantai Drini makin terasa istimewa karena di tengah pantai ada sebuah pulau kecil yang seakan memisahkan kedua kepribadian arus air tersebut.
Konon di pulau tersebut banyak ditumbuhi santigi atau masyarakat di sini biasa menyebutnya drini. Itulah kenapa pantai dan pulau ini diberi nama drini. Bila laut sedang surut, kita bisa pergi ke pulau. Tak perlu menjadi climber untuk memanjat karang, karena tangga beton rela dipijak demi mengantar kita ke atas. Dari sini, pandangan kita bisa menyisir seluruh Pantai Drini, melihat gunungan alang-alang atap gazebo hingga deretan perahu nelayan. Semua tampak mungil, seperti miniatur bikinan kurcaci. Kini, tak ada lagi pohon drini, yang ada hanyalah pandan laut memenuhi setiap jengkal tanah, berebut hidup dengan rerumputan.
Di bagian tengah pantai, sejalur dengan arah menuju pulau, ada sesuatu yang menarik. Kumpulan tipis pasir hitam berdiameter sangat halus tanpa malu-malu menerobos dominasi pasir putih. Bila mata tak awas, niscaya bagian ini akan terlewat. Menurut penelitian, dahulu ada sungai bawah tanah bermuara di Pantai Drini. Alirannya membawa pasir hitam yang sekarang masih bisa dilihat.
Lelah dengan berkeliling di pantai sampai sore hari, Anda dapat bersantai sejenak di gazebo-gazebo yang disediakan sambil meminum air kelapa dan menunggu sunset. Liburan di pantai memang tidak akan ada habisnya di negeri ini! (LHA)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru