Bekasimedia – (19/1/15), Siapa sangka pentas wayang orang masih ada di tengah kota Jakarta. Terletak di gedung kesenian milik pemerintahan provinsi DKI Jakarta di Jalan Kalilio Senen Jakarta Pusat, dekat dengan terminal Bus Pasar Senen.
Pentas Wayang Baratha diadakan tiap malam minggu pukul 20.00. Tiap pekan mengangkat cerita yang berbeda. Pada hari bekasimedia berkunjung kesana (27/12/14), mengangkat lakon Gatotkaca dan Senopati. Berkunjung ke sana lebih awal sejam dari mulai pertunjukan. Tujuannya adalah ingin melihat kehidupan di balik panggung, pada saat para wayang belum di make up.
Menurut informasi yang didapatkan, boleh melihat-melihat ruang ganti asal sudah izin terlebih dahulu dengan Yunus, seseorang yang menjadi kordinator wayang Bharata. Sebelum datang ke sini kami sudah memberitahu Pak Yunus. Tanpa basa-basi kami mendatangi ruang ganti. Agar tidak menggangu para wayang kami memasuki ruang ganti per dua orang.
Didalam ruang ganti banyak pemeran yang sedang melakukan make up, ada pula yang sedang latihan dialog.
Tempat ini berdiri sejak 1972, menurut Marsam Mulyo Atmojo Pemimpin Wayang Orang Bharata, Namun sebelum Wayang Orang Bharata gedung ini ditempati Panca Murti. Kesenian wayang orang juga. “Saya pernah belajar disana,” ujarnya.
Pemimpin wayang orang Bharata yang ingin menjadi anggota TNI ini berujar, “wayang orang ini pernah vakum selama 6 tahun. Kemudian kami membangunnya kembali. Syukurlah setelah dua tahun respon masyarakat dan pemerintah sangat bagus.”
Ia berharap pemerintah, khususnya Provinsi DKI Jakarta membantu mempromosikan dan mengajak seluruh komponen masyarakat, agar turut melestarikan kesenian wayang orang ini agar tidak punah dan diambil bangsa
lain.
“Sekarang sudah ada masyarakat dari negara lain yang mempelajari juga kesenian ini. Harusnya pemerintah turun ikut bantu. Agar wayang orang gak diambil negara lain,” pungkas Marsam Mulyo Atmojo. (I)















