BEKASIMEDIA.COM Teh Bedah, Keturunan Baduy yang Jualan Online dari Pedalaman

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 2 Feb 2021 05:46 WIB ·

Teh Bedah, Keturunan Baduy yang Jualan Online dari Pedalaman


 Teh Bedah, Keturunan Baduy yang Jualan Online dari Pedalaman Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Teh Bedah (30), salah satu cucu keturunan Baduy memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dengan berdagang madu secara daring atau online di pedalaman, tepatnya di Lembah Barokah Ciboleger, Desa Bojong Menteng, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Tak disangka wanita kelahiran Lebak dengan nama asli Imelda ini memiliki keahlian menawarkan produk dagangannya melalui media internet.

“Saya emang asli keturunan Baduy. Tapi memang pernah merantau lama di Tanjung Priok sejak umur 11 tahun,” kata Teh Bedah ketika ditanya pengalaman hidupnya di Jakarta.

Keahlian berdagang online dia pelajari saat tinggal di kota. Namun biaya kebutuhan hidup di kota sangat tinggi, Teh Bedah dan keluarganya memutuskan pulang ke kampung.

“Saya dan suami sempat bingung mau tinggal dimana, tapi Alhamdulillah ada saudara kasih informasi ada rumah untuk mualaf Baduy dan Dhuafa yang bisa di tempatin,” ungkap wanita 5 anak ini berkisah saat kembalinya ke Lembah Barokah Ciboleger.

Lembah Barokah Ciboleger adalah sebuah hunian masyarakat Muslim Baduy yang dibangun oleh Yayasan Spirit Membangun Ukhuwah Islamiyyah (YASMUI). Mereka tinggal di rumah-rumah panggung khas tradisi Baduy, wakaf dari para dermawan yang peduli muallaf Baduy. Sebelumnya, mereka tinggal di saung milik lahan orang lain.

Tidak hanya madu dan herbal ramuan asli Baduy lainnya, ternyata Teh Bedah juga berkeliling ke kampung-kampung sekitar untuk menawarkan barang dagangnya berupa produk kosmetik.

“Modal saya terpaksa harus pinjam bang keliling mas, kalo gak gitu saya ga jalan. Kepingin sih di sini ada koperasi nya gitu, biarin deh saya yang bimbing ibu-ibu disini biar bisa dagang,” sambut teh Bedah ketika ditanya modal awal menjalankan usahanya.

Teh Bedah berharap dari hasil dagangannya ini bisa membantu pemasukan tambahan keluarga, karena hasil upah buruh suaminya belum mencukupi. (RAM)

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru