Pemkot Bekasi dan RS Swasta Rekanan Tandatangani BAP 25 Miliar

RSUD Kota Bekasi

BEKASIMEDIA.COM – Pelaksana tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kota Bekasi dr. Tanti Rohilawati mengakui sudah tidak ada lagi permasalahan pembayaran Jamkesda pasca pertemuan Dinkes dengan pihak Asosiasi Rumah Sakit Seluruh Indonesia (ARSSI) Cabang Kota Bekasi. Seperti diberitakan sebelumnya ada pertemuan yang dihadiri oleh ketua ARSSI dr. Irwan Heriyanto dan perwakilan rumah sakit swasta rekanan Pemkot Bekasi yang berlangsung di Hotel Santika Mega Bekasi (19/2) Senin lalu.

“Prinsipnya kita tidak ada permasalahan lagi, karena pada saat pertemuan itu, kita sudah melakukan penandatangan Berita Acara Pembayaran (BAP), artinya dengan adanya BAP ini kedua belah pihak sudah saling mengetahui tagihan (invoice) yang segera kami bayarkan”, ucap Tanti, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/2/2018).

Di sisi lain ia juga menyarankan agar seluruh rumah sakit swasta rekanan segera menyerahkan klaim tagihan dengan tepat waktu agar prosesnya tidak memakan waktu yang panjang. Untuk itu Dinkes akan membuat surat edaran ke rumah sakit swasta rekanan Pemkot untuk segera merealisasikan imbauannya.

“Untuk bulan Januari 2018 ini, kami mengimbau kepada semua rumah sakit swasta rekanan agar segera melakukan klaim tagihannya kepada kami lengkap dengan dokumen dan syarat-syaratnya, agar tidak terlalu panjang prosesnya, dan kami akan segera buatkan surat edarannya,” imbuhnya.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi telah melakukan pertemuan dengan semua rumah sakit swasta yang menjadi rekanan Kartu Sehat (KS) untuk membahas sejumlah kendala dalam hal maksimalisasi pelayanan kesehatan kepada warga Kota Bekasi, termasuk juga di dalamnya perihal pembayaran tagihan KS yang masih dalam proses pencairan.

dr. Tanti menjelaskan, soal hutang tagihan KS Pemkot Bekasi ke semua rumah sakit swasta rekanan yang sebelumnya dikabarkan mencapai Rp 25.000.000.000 (dua puluh lima miliar rupiah) untuk tahun 2017 yang belum dibayarkan, saat ini sudah dalam tahapan pembuatan Berita Acara Pembayaran (BAP) dan sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak, yaitu Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan rumah sakit swasta terkait.

“Jadi semuanya sudah clear, rumah sakit-rumah sakit -pun dapat menerima dan sangat memahami itu,” sambungnya.

Total tagihan KS Bekasi yang nilainya mencapai 25 miliar rupiah, menurut dr. tanti yang 21 miliar rupiah sudah di BAP dan sedang dalam proses pembayaran. Sedangkan sisanya 4 miliar rupiah masih dalam proses audit oleh tim verifikator Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

“Kita tidak menjamin (tagihan 2017) sebesar 25 miliar rupiah ya. Karena bisa saja angka itu kurang atau bisa saja lebih. Namun kami pastikan nilai sebesar 21 miliar rupiah telah diaudit, sedangkan sisanya masih direkapitulasi. Dan tagihan ini juga bukan dibayarkan oleh kami (Dinkes), tetapi akan dibayarkan oleh Bank Jabar melalui Pemda atau Kas Pemda,” terangnya.

Lebih lanjut dr. Tanti mengatakan Dinas Kesehatan Kota Bekasi saat ini terus melakukan penyempurnaan pelayanan kesehatan masyarakat, terlebih terhadap program Pemkot Bekasi yang pada awal 2017 lalu meluncurkan Kartu Sehat berbasis NIK.

Dinas Kesehatan mengimbau kepada semua rumah sakit swasta rekanan pemerintah daerah agar tidak lagi menolak pasien warga Kota Bekasi yang hendak berobat. Kalaupun mau ditolak hendaknya pihak rumah sakit bisa menunjukkan alasan penolakannya dengan logis dan detail. Warga Kota Bekasi juga diminta memanfaatkan keberadaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di lingkungan masing-masing untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di tingkat dasar.

“Tetapi jika memang diperlukan penindakan lanjutan, seperti dokter spesialis, rawat inap dan rawat jalan, maka silakan berkunjung ke Rumah Sakit,” pungkasnya. (Dns)

Be the first to comment on "Pemkot Bekasi dan RS Swasta Rekanan Tandatangani BAP 25 Miliar"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*