BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 5 Des 2017 12:24 WIB ·

“Guru Berperan Penting Melahirkan Generasi Anti Korupsi”


 “Guru Berperan Penting Melahirkan Generasi Anti Korupsi” Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Indonesia Corruption Watch (ICW) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia mengadakan acara Peluncuran Buku dan Diskusi Publik “Mengajar untuk Perubahan, Pedagogi Kritis di Ruang Kelas” bertempat di Gedung Penunjang KPK, Jl. Kuningan Persada Kav 4, Jakarta Selatan, Selasa (05/12/2017).

Wakil Koordinator ICW, Ade Irawan dalam sambutannya menyatakan pihaknya memang concern di isu pendidikan. ICW meyakini, sekolah, institusi pendidikan adalah pusat pergerakan apalagi jika mampu mendorong dan bisa menyemai nilai-nilai antikorupsi sehingga melahirkan generasi antikorupsi.

Buku yang diluncurkan hari ini, kata Ade memiliki perjalanan yang cukup panjang sebelum diterbitkan. Berisi pengalaman menarik para guru di beberapa wilayah Indonesia dalam rangka mendidik generasi antikorupsi.

“Buku ini bisa jadi inspirasi para guru untuk menjadi lebih kritis. Guru bisa menginspirasi dan merealisasikannya melalui tulisan berdasarkan pengalamannya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Cahya Harefa, perwakilan Ketua KPK mengungkapkan, guru bukanlah profesi yang mudah dijalani. Bukan sekadar mentransfer ilmu namun juga mentransformasi hal-hal yang baik dengan menunjukkan teladan.

“KPK sangat mengapresiasi semua upaya menuju perubahan. Mendidik tidak sekedar metransfer pengetahuan namun juga kebaikan.
Saya senang, buku ini bisa menginspirasi sehingga penulis-penulis yang lain bisa menggerakkan yang lainnya.
Banyak orang pintar, tapi akhirnya mereka terjerumus korupsi. Oleh karena itu generasi antikorupsi harus dididik sejak dini. Ini merupakan sesuatu hal baik yang harus didorong,” ujar Cahya yang juga menjabat Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN di KPK.

Beberapa narasumber yang hadir dalam Diskusi Publik ini antara lain Ginanjar Hambali (penulis buku/guru SMK), Sely Martini (ICW), Sujanarko (Direktur Dikyanmas KPK), Jimmy PH Paat (Universitas Negeri Jakarta), dan Sri Wahyaningsih (Sanggar Anak Alam). (anr)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru