BEKASIMEDIA.COM – Hasil uji lab dari 18 perusahaan yang diduga pencemar limbah kali Bekasi hingga hari ini belum juga keluar. Padahal hasilnya direncanakan keluar bulan Februari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi mengatakan keterlambatan ini disebabkan karena belum terpenuhinya 32 item pengujian lab yang dimiliki oleh pemerintah Kota Bekasi sehingga harus melalui pihak ketiga.
“Lab masih pihak ketiga karena kita kan masih 23 item sedangkan untuk air minimal 32 item. Belum sempurna. Itu kan harus dievaluasi oleh analisis. Kita tinggal nunggu itu aja. Hasilnya belum ada. Kan harus menyampaikan pake data analisis, dan itu dari konsultan yang proses. Memang prosedurnya gitu,” jelasnya Selasa (13/3).
Selain tidak terpenuhi 32 item, Luthfi mengungkapkan, Sumber Daya Manusia (SDM) yang menganalisis uji lab juga masih belum akuntabel, baru berada dalam tahap dasar dan belum ada di kelas menengah.
“Ada sertifikasi setiap tahun, lab sama orangnya. Jadi nggak mudah. Nggak seperti kita kasih sampel gitu nggak boleh. Misalnya analisis dasar kan hanya bisa menganalisa yang tingkat dasar aja. Umum dan partikelnya nggak banyak. Sehingga harus analisis tinggi lagi. Itu kendala yang kita belum ada,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, kedepan Dinas LH ingin memfokuskan kepada program penyempurnaan Lab dan juga SDM sehingga nantinya akan dapat melakukan uji sampel sendiri.
“Saya programnya nanti kedepan mau mengajukan bahwa lab harus disempurnakan minimal 32 item tadi sehingga apabila mengambil sampel bisa langsung kita kerjakan. Lalu analisis kita harus disekolahkan terus SDM-nya supaya naik terus kelasnya,” pungkasnya.(*)
The post Lab LH Tidak Representatif, Pemkot Bekasi diminta Perbaiki Great appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta











