BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 10 Mar 2017 06:32 WIB ·

Pemisahan Aset Dua PDAM di Bekasi Masih jadi Polemik


 Pemisahan Aset Dua PDAM di Bekasi Masih jadi Polemik Perbesar

Pemisahan aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot dan Tirta Bhagasasi hingga kini belum juga tuntas Bahkan, hal ini dinilai justru menjadi polemik di tubuh kedua perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini.
Pengamat BUMD, Ahmad Syahbana, menyatakan, kini PDAM Tirta Patriot tampak terlihat tergesa-gesa dalam meminta aset PDAM Tirta Bhagasasi yang ada di kantor cabang Harapan Baru dan Wisma Asri untuk dilepaskan.

”Semestinya mereka duduk bersama dahulu, janganlah menjadikan ini satu polemik yang berkelanjutan hingga begitu merugikan banyak pelanggannya, ini menjadi terlihat terlalu tergesa-gesa,” kata Syahbana, Sabtu (4/3).

Pemkot Bekasi dan Kabupaten Bekasi, lanjut Syahbana, seharusnya telah memikirkan Standard Pelayanan Air Minum (SPAM) untuk pelangggannya dan target Millenium Developments Goal’s (MDG’s)

“Pemkot dan Pemkab Bekasi serta disaksikan BPKP Jawa Barat, mempunyai beberapa kesepakatan yang perlu dijalankan oleh kedua belah pihak. Jadi jangan sampai mengajarkan pada masyarakat untuk tidak melaksanakan aturan yang sudah disepakati bersama,” papar Syahbana yang juga pengurus LSM Garda Tipikor Indonesia.

PDAM Tirta Patriot sebagai satu di antara perusahaan BUMD Kota Bekasi, lanjut Syahbana, semestinya juga berbenah diri dalam hal administrasi dan lebih memprioritaskan peningkatan pelanggan di Bekasi Utara dan Medan Satria sebelum menerima aset.

Sedangkan PDAM Tirta Bhagasasi yang menjadi icon BUMD Bekasi juga seharusnya bisa meningkatkan mutu pelayanan yang diamanahkan sesuai aturan Permendagri dan undang-undang. Jangan sampai akuisisi ini jadi bersifat politis dan justru malah mengorbankan pelanggan.

“Setidaknya bila ditinjau dari segi bisnis, adanya dua PDAM justru sangat menguntungkan untuk Pemkot Bekasi, dikarenakan dari sektor PAD pastinya terdapat kontribusi yang semakin besar, kini Pemkot Bekasi seakan setengah hati menginginkan pemisahan aset, dikarenakan sektor pendapatan yang saat ini diterima PDAM Tirta Patriot, namun penyertaan modal untuk Tirta Bhagasasi tetap berjalan,” sambung pria berusia 31 tahun ini.

Syahbana menjelaskan, PDAM Tirta Patriot didirikan dengan tujuan menyelenggarakan pengelolaan air minum serta air bersih di Kota Bekasi.

“Dasar pendirian PDAM Tirta Patriot yaitu Perda No. 13 Tahun 2000 tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bekasi,” kata dia.

Perda tersebut, lanjut Syahbana, sempat mengalami perubahan pada tahun 2003 dan 2006, bersamaan dikeluarkannya Perda Nomor 2 Tahun 2006 tentang PDAM Tirta Patriot.

“Pemkot Bekasi telah menyertakan modal sebesar Rp 124.760.519.369,- sejak perusahaan berdiri. Pemerintah pusat juga turut memberikan bantuan dana sebesar Rp 16.099.781.800,” papar dia.

Pada 2015, laba bersih PDAM Tirta Patriot hanya mencapai Rp 2.245.968.986. Perusahaan ini sudah sangat banyak mengeluarkan biaya operasional yang totalnya telah mencapai Rp 50.376.694.347,-.

“Komponen pengeluaran paling besar untuk membayar gaji pegawai, yang totalnya mencapai Rp 19.858.788.342. Jumlah ini naik drastis dari tahun 2014 yang nilainya mencapai Rp 15.696.979.305,” papar dia.

Syahbana menilai, PDAM Tirta Bhagasasi bukan BUMD ecek-ecek. Sudah banyak uang negara yang mengalir disana. Para aktivis biasa menyebutnya dengan kata lahan ‘basah’.

Menurut Syahbana, dokumen laporan auditor independen atas keuangan PDAM Tirta Bhagasasi selama tahun 2015, jumlah aset PDAM Tirta Bhagasasi nilainya mencapai Rp 528.920.927.490,-.

Sedangkan, untuk pendapatan PDAM Tirta Bhagasasi pada 2015, jumlahnya mencapai Rp 366.242.276.221,-.
Dengan pendapatan yang besar, PDAM Tirta Bhagasasi pun mempunyai nilai proyek yang tidak sedikit.

Pada tahun 2015 saja, pengeluaran PDAM Tirta Bhagasasi untuk pembelian air curah mencapai Rp 82.250.761.577,-.
Belum lagi untuk biaya membeli bahan kimia yang mencapai Rp 10.306.539.870,- pada 2015.

Namun anehnya, dari proyek pembelian PDAM, masih terdapat sisa hutang pada 2015 yang nilainya mencapai Rp 35.617.931.235,-.

Total pengeluaran perusahaan plat merah tersebut mencapai Rp 321.955.434.251,- pada 2015. Dimana beban pengeluaran terbesar berada pada gaji pegawai yang mencapai Rp 92.556.256.963,- pada 2015.

Sehingga total laba bersih PDAM hanya mencapai Rp 32.033.596.857,- pada 2015.

Jadi dengan melihat sajian angka di atas, maka lumrah bila BUMD yang satu ini menjadi rebutan banyak pihak. (BB)

The post Pemisahan Aset Dua PDAM di Bekasi Masih jadi Polemik appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

Sumber Suara Jakarta

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru