BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 9 Mar 2017 17:32 WIB ·

Miris, Balita di Margahayu 4 Tahun Hidup Tanpa Anus


 Miris, Balita di Margahayu 4 Tahun Hidup Tanpa Anus Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Ramadan Dirfansah, Balita berusia 4 tahun di Kampung Poncol RT 05, RW 24, Margahayu, Bekasi Timur, harus mengalami keadaan hidup yang sulit di usia dini. Selama empat tahun ia hidup bertahan tanpa anus. Keadaan ekonomi keluarga yang tidak mencukupi membuat proses pengobatan berlangsung lama.

“Anak ini lahir memang nggak punya lubang anus. Jadi waktu itu setelah 3 hari lahir di tahun 2012 Ramadan harus menjalani operasi anus buatan di bagian perut sebelah kiri samping pusar untuk mengeluarkan kotoran,” ucap ayah Ramadan, Rohadirta (38) saat ditemui di rumahnya, Rabu sore (8/3).

Selain lahir tanpa anus, Ramadan juga tak memiliki perkembangan layaknya balita pada umumnya. Ia baru mampu berjalan di usianya yang ke-4. Ramadan juga tidak memiliki penglihatan dan pendengaran yang baik.

“pendengaran kurang dan mata juling. Sudah sempat operasi bedah anus di tahun 2013 tapi belum besar (lubangnya), tapi belum bisa berfungsi karena harus bertahap dan dibesarkan pakai alat yang kita harus beli. Alatnya ada 9 tahap. Namun karena kita telat beli alatnya, jadi lubangnya menciut lagi. Alatnya mahal, Rp 350 ribu,” Jelasnya.

Rohardita mengungkapkan, gajinya sebagai satpol PP yang hanya Rp 2.200.000 sebulan dirasa sangat kurang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Gaji saya tiap bulan hanya sisa Rp 50 ribu. Karena sudah dipotong biaya rumah sakit, biaya obat, biaya kassa, dan lainnya. Kebanyakan untuk Ramadan. Apalagi Ramadan nggak bisa mengonsumsi nasi, buah dan sayur, selalu dimuntahkan lagi. Jadi hanya mengonsumsi wafer, roti, dan susu. Keluarnya pun hanya cairan yang diresap Kassa di mana ganti kassa bisa 5 kali sehari,” papar dia.

Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan keluarga ia menyambi kerja sampingan sebagai pencuci mobil pejabat pemerintah kota Bekasi.

“Walaupun sedikit, yang penting ikhtiar untuk keluarga. Apalagi kebutuhan untuk Ramadan banyak,” kata dia.

Istri Rohardita, Saidah (36) mengungkapkan, sejauh ini anak bungsunya telah berobat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta setelah dirujuk oleh RSUD Kota Bekasi namun harus menggunakan biaya pribadi karena tak bisa menggunakan BPJS.

“Kemarin katanya di Hermina Bekasi bisa pakai BPJS, namun cuma buat penginapan. Sementara biusnya seharga Rp 2 juta per satu kali bius nggak bisa di-cover BPJS” ucapnya.

Saidah juga mengaku telah mengetahui program Kartu Sehat milik Pemkot Bekasi, namun keluarganya belum mendapatkan kesempatan untuk memiliki kartu sehat itu.

“Saya sudah tahu ada kartu sehat. Tapi sudah tanya ke RT dan RW katanya belum ada. Makanya saya nggak dapat,” pungkas dia. (she/IB)

The post Miris, Balita di Margahayu 4 Tahun Hidup Tanpa Anus appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

Sumber Suara Jakarta

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru