BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 5 Des 2016 15:35 WIB ·

Presiden Jokowi: Pemanfaatan Dana Desa Harus Sesuai Kebutuhan Rakyat


 Presiden Jokowi: Pemanfaatan Dana Desa Harus Sesuai Kebutuhan Rakyat Perbesar

Beritasumbar.com-Dana desa merupakan salah satu program pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang bertujuan untuk menyejahterakan rakyat dan pembangunan daerah. Oleh karenanya, pemanfaatan dana tersebut harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat setempat.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat meninjau pemanfaatan dana desa di Desa Tani Bhakti, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Senin pagi, 5 Desember 2016.

“Apa yang dikerjakan itu apa yang dibutuhkan rakyat. Di sini air kalau pas hujan seperti ini tidak masalah tapi begitu masuk kemarau menjadi masalah besar. Kita memang tahun depan ini mau kejar yang namanya embung, yang namanya kantung air, untuk semua desa yang musim kemaraunya sangat membutuhkan air,” terangnya kepada para jurnalis.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melihat langsung hasil pemanfaatan dana desa berupa penampungan cadangan air bersih yang dapat langsung dikonsumsi oleh warga. Selain itu, Presiden juga meninjau pembangunan embung di desa tersebut.

“Ini sudah rampung semuanya. Tadi yang pertama tampungan air bersih yang bisa langsung diminum. Habisnya Rp. 201 juta setiap lokasi. Kemudian yang ini embungnya dengan luas kurang lebih 5.000 m2 habisnya Rp. 238 juta,” ujarnya.

img-20161205-wa0078

Biaya yang dikeluarkan untuk membangun embung tersebut relatif murah karena di Pulau Jawa untuk membangun sebuah embung yang dilapisi plastik dengan luas 1 hektar akan menelan biaya Rp. 1 Miliar. “Kalau di disini habisnya kira-kira Rp. 500 juta, tapi belum ada plastiknya. Saya kira lebih murah,” terang Presiden.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana ialah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, dan Kepala Desa Tani Bhakti Alamsyah.
Kutai Kartanegara, 5 Desember 2016
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Sumber sumbar

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru