fbpx

Budayawan Tantang Pepen – Syaikhu Pisah Pilkada 2018. Berani?

Bekasimedia – Sebuah pertanyaan menggelitik muncul menjelang Pilkada Kota Bekasi tahun 2018. Apakah Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu) yang menjabat saat ini akan berpisah? Lebih tepatnya bisa berpisah? dengan kata lain, jika dipisahkan keduanya akan bertarung secara sportif sama-sama menjadi calon walikota Bekasi.
Budayawan Bekasi Ali Anwar mencoba mengomentari pertanyaan tersebut. Ia menilai hal tersebut bagus karena keduanya juga mempunyai kemampuan dan pasti bisa berpikir rasional.
β€œMenurut saya bagus juga dan tentunya hal itu akan menimbulkan dinamika. Karena sama-sama bergerak seperti sekarang ini maka keduanya pasti berpikir rasional, karena awalnya mereka pernah bersama memimpin kota Bekasi,” ujarnya.
Ali Anwar juga mengaku pernah berkata kepada Wakil Walikota Ahmad Syaikhu, bahwa kepemimpinan sekarang ini sudah baik dan ia berharap ada peningkatan bukan hanya di level walikota dan wakil walikota melainkan lebih jauh dari itu pada tataran masyarakatnya. Ali Anwar mencontohkan misalnya nanti ada program diskusi publik atau debat untuk anak-anak SMP dan SMA. Dari 100 orang yang berdiskusi dan berdebat paling tidak, kata dia, nantinya 10 orang di antara mereka bisa menjadi anggota dewan. Ini mungkin saja terjadi karena ketika sudah biasa berdiskusi, nanti mereka akan bisa berpikir bersama mengenai visi misi kota Bekasi.
β€œBekasi ini, kan, panas, ujug-ujug ada orang tersinggung, main tonjok, nah, ini kan, tidak rasional, tapi kalau kita sudah terbiasa berdiskusi dan suatu saat menjadi anggota dewan, lalu terjadi perdebatan, saya yakin akan saling mengendalikan gaya. Ini akan lebih bagus, karena iklimnya sudah dibangun sejak awal,” imbuhnya.
Kembali kepada pasangan Walikota-Wakil Walikota, Pepen dengan Syaikhu, Ali Anwar berpendapat sebaiknya di Pilkada 2018 keduanya berpisah, untuk beradu kemampuan. “Jadi kalau keduanya bagus siapa pun juga yang terpilih Insya Allah akan bekerja lebih bagus. Apabila salah satunya kalah dan legowo maka masyarakat akan tetap menilai mereka sebagai pejuang kota Bekasi,” sambung Ali.
Akan tetapi, kata Ali, jika di antara mereka akhirnya saling ngotot maka akan terlihat karakter lain dari yang selama ini dimunculkan dan diklaim bahwa pasangan ini santun dan solid.
“Maka berikanlah contoh kepada masyarakat ini keteladanan yang baik. Seperti mantan Presiden RI, BJ Habibi meskipun usia kepemimpinannya sangat singkat akan tetapi karena sikap legowonya, ke manapun pergi ia dihormati, sekaligus memberikan keteladanan sebagai negarawan.” tukasnya. (dns)

Be the first to comment on "Budayawan Tantang Pepen – Syaikhu Pisah Pilkada 2018. Berani?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: