BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 10 Sep 2016 18:10 WIB ·

Budayawan Tantang Pepen – Syaikhu Pisah Pilkada 2018. Berani?


 Budayawan Tantang Pepen – Syaikhu Pisah Pilkada 2018. Berani? Perbesar

Bekasimedia – Sebuah pertanyaan menggelitik muncul menjelang Pilkada Kota Bekasi tahun 2018. Apakah Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu) yang menjabat saat ini akan berpisah? Lebih tepatnya bisa berpisah? dengan kata lain, jika dipisahkan keduanya akan bertarung secara sportif sama-sama menjadi calon walikota Bekasi.
Budayawan Bekasi Ali Anwar mencoba mengomentari pertanyaan tersebut. Ia menilai hal tersebut bagus karena keduanya juga mempunyai kemampuan dan pasti bisa berpikir rasional.
“Menurut saya bagus juga dan tentunya hal itu akan menimbulkan dinamika. Karena sama-sama bergerak seperti sekarang ini maka keduanya pasti berpikir rasional, karena awalnya mereka pernah bersama memimpin kota Bekasi,” ujarnya.
Ali Anwar juga mengaku pernah berkata kepada Wakil Walikota Ahmad Syaikhu, bahwa kepemimpinan sekarang ini sudah baik dan ia berharap ada peningkatan bukan hanya di level walikota dan wakil walikota melainkan lebih jauh dari itu pada tataran masyarakatnya. Ali Anwar mencontohkan misalnya nanti ada program diskusi publik atau debat untuk anak-anak SMP dan SMA. Dari 100 orang yang berdiskusi dan berdebat paling tidak, kata dia, nantinya 10 orang di antara mereka bisa menjadi anggota dewan. Ini mungkin saja terjadi karena ketika sudah biasa berdiskusi, nanti mereka akan bisa berpikir bersama mengenai visi misi kota Bekasi.
“Bekasi ini, kan, panas, ujug-ujug ada orang tersinggung, main tonjok, nah, ini kan, tidak rasional, tapi kalau kita sudah terbiasa berdiskusi dan suatu saat menjadi anggota dewan, lalu terjadi perdebatan, saya yakin akan saling mengendalikan gaya. Ini akan lebih bagus, karena iklimnya sudah dibangun sejak awal,” imbuhnya.
Kembali kepada pasangan Walikota-Wakil Walikota, Pepen dengan Syaikhu, Ali Anwar berpendapat sebaiknya di Pilkada 2018 keduanya berpisah, untuk beradu kemampuan. “Jadi kalau keduanya bagus siapa pun juga yang terpilih Insya Allah akan bekerja lebih bagus. Apabila salah satunya kalah dan legowo maka masyarakat akan tetap menilai mereka sebagai pejuang kota Bekasi,” sambung Ali.
Akan tetapi, kata Ali, jika di antara mereka akhirnya saling ngotot maka akan terlihat karakter lain dari yang selama ini dimunculkan dan diklaim bahwa pasangan ini santun dan solid.
“Maka berikanlah contoh kepada masyarakat ini keteladanan yang baik. Seperti mantan Presiden RI, BJ Habibi meskipun usia kepemimpinannya sangat singkat akan tetapi karena sikap legowonya, ke manapun pergi ia dihormati, sekaligus memberikan keteladanan sebagai negarawan.” tukasnya. (dns)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru