fbpx

Budayawan: Masyarakat Kota Bekasi Rasional dalam Melihat Figur Pemimpinnya

Bekasimedia– Bingkai politik kota Bekasi dari masa ke masa, terutama mengenai tampuk kepemimpinan walikota dan wakil walikota yang masih didominasi putra daerah, seiring dengan perkembangan masyarakat yang heterogen di kota patriot ini, kemudian ditambah dengan ragam statement para politisi mengindikasikan adanya perubahan paradigma. Hal ini terkait wajah baru dan pola kepemimpinan kota Bekasi di masa yang akan datang.
Budayawan Bekasi, Ali Anwar tidak sependapat dengan mereka yang mengatakan bahwa pemilih di kota Bekasi masih irasional. Pendapatnya ini menyusul pernyataan Lucky Hakim yang beberapa waktu lalu menyatakan pemilih di Bekasi irasional. Ali Anwar menegaskan pemilih di kota Bekasi justru rasional.
“karena rasionalitas lah yang menjadikan Lucky tidak terpilih, kalau masyarakat kota Bekasi irasional, maka tentunya akan memilih dia,” ujarnya saat ditemui usai shalat Jumat di masjid Komplek DPRD, (9/9).
Dalam menentukan pemimpin, masyarakat yang rasional dan irasional, menurut budayawan Ali Anwar, akan berpikir seandainya nanti Lucky Hakim menjadi Walikota apakah benar masyarakat bisa sejahtera? Jalan- jalan yang rusak akan menjadi mulus?
“Jadi masyarakat itu punya parameter atau ukuran, dan untuk mengukur seseorang itu masyarakat yang plural ini bisa melihat dari gestur, perilaku sehari-hari, interaksinya di media, ide- ide atau muatan intelektualitasnya. Masyarakat yang rasional bisa melihat hal ini,” imbuhnya.
Lalu apakah sulit bagi artis untuk bisa bertarung di kancah perpolitikan kota Bekasi? Ali Anwar menyatakan, sangat bisa, apalagi bagi mereka yang memiliki daya intelektualitas yang tinggi. Ali mencontohkan figur Rano Karno, artis Betawi pemeran Si Doel. Pada saat memimpin dia menggunakan karakter kebetawiannya dan pada saat ia sedang mengatur berbagai urusan, ia gunakan kemampuan dia sebagai sutradara, jadi, kata Ali, artis berpolitik amat mungkin bisa.
Dirinya dalam beberapa kali diskusi juga pernah merekomendasikan artis untuk disandingkan dengan calon wakil kepala daerah. Artis ini, tentunya yang dinilai memiliki intelektualitas mumpuni dan punya hati nurani agar bisa menyentuh masyarakat. Hanya, Ali menyarankan, jangan sampai sikap mereka ini nantinya justru mudah terpedaya sikap tidak bijak orang-orang di sekitarnya lalu terjerat kasus, misalnya korupsi.
“memang umumnya seperti itu. Artis tapi sebetulnya dia mempunyai kekuatan lain. Yang ingin saya katakan, jangan sampai nanti jika kelak misalnya ia menjadi walikota ataupun wakil walikota, ia mudah dikadalin oleh anak buahnya dan dampaknya boleh jadi ia akan masuk KPK duluan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ali Anwar melihat kondisi sekarang dari hasil pilkada yang lalu sangat menarik. Ia melihat pasangan Pepen-Syaikhu bergerak secara santun. Dan ini dinilainya bagus. Dirinya justru prihatin karena di wilayah lain mulai ada yang main kasar menjelang pemilihan kepala daerah.
“Sedangkan kalau kita lihat di daerah lain justru sudah mulai pada gontok-gontokan sebelum selesai akhir masa periode pemerintahannya. Sementara mereka berdua, Pepen-Syaikhu, tokoh politik sekaligus kepala daerah masih sama- sama saling menghargai dan menghormati, Pepen menggunakan gaya Jawara Bekasinya, sementara Syaikhu menggunakan gaya Santri Cirebonannya.” tukasnya. (dns)

Be the first to comment on "Budayawan: Masyarakat Kota Bekasi Rasional dalam Melihat Figur Pemimpinnya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: