BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 17 Feb 2016 09:08 WIB ·

PKPU Pantau Tumbuh Kembang Balita Gizi Buruk di Serang Banten


 PKPU Pantau Tumbuh Kembang Balita Gizi Buruk di Serang Banten Perbesar

image
Bekasimedia – Sekolah gizi adalah tempat diadakanya kegiatan rutin program kampung nutrisi Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU untuk mengedukasi dan memantau tumbuh kembang balita malnutrisi yang selama ini rutin dilaksanakan seminggu sekali. 
Materi sekolah gizi di minggu pertama dan keempat adalah edukasi bagi ibu balita, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang kesehatan khususnya kesehatan anak. Materi di minggu kedua yaitu kegiatan edukasi balita, dimana balita akan dipantau sekaligus dilatih perkembanganya sesuai dengan usianya yang mengacu pada lembar TAT (Tumbuh Aktif Tanggap). Sekolah gizi pada minggu ketiga diisi dengan kegiatan demo masak menu makanan sehat balita. Rangkaian kegiatan di sekolah gizi bertujuan agar ibu pintar dan balita sehat yang akan menjadikan terbentuknya Keluarga Berdaya.
Pada hari Sabtu (13/02) kemarin, telah dilaksanakan edukasi balita di sekolah gizi Kampung Nutrisi Sujung Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang. Pada kegiatan ini masing-masing balita dipantau dan dilatih oleh para Kader Berdaya dan Fasilitator PKPU. Hasil dari pantauan hari ini ada beberapa balita yang mengalami perubahan perkembangan maupun pertumbuhan. Salah satu balita yang mengalami perubahan perkembangan adalah Musarof, balita yang sebelumnya hanya bisa duduk tapi sekarang sudah bisa berjalan walaupun masih sering terjatuh. Perubahan Musarof ini berkat ibunya yang selalu mencoba dan melatih kemampuan Musarof sesuai dengan panduan yang tercantum pada lembar TAT.
Selain Musarof yang mengalami perubahan perkembangan, ada juga balita bernama Nadia yang mengalami pertumbuhan baik dari nilai 7,6 (status gizi buruk) menjadi 9,3 (status gizi baik) dan dinyatakan lulus sekolah gizi karena 4 kali berturut-turut Nadia memiliki status gizi baik. 
“Terimakasih telah membantu anak saya jadi sehat, Insya Allah saya akan tingkatkan kesehatan anak saya sesuai dengan yang telah diajarkan,” ucap ibu dari Nadia. Perubahan baik yang dialami beberapa balita ini, diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk teracapainya keluarga berdaya. (Lina/Putri/PKPU)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru