BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 15 Feb 2016 13:34 WIB ·

Laznas BMH Berangkatkan Dai Pedalaman Umrah Untuk Doakan Bangsa


 Laznas BMH Berangkatkan Dai Pedalaman Umrah Untuk Doakan Bangsa Perbesar

image
Bekasimedia – Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen dakwah para dai yang telah mewakafkan diri dan keluarganya untuk membina masyarakat di pedalaman dan perbatasan, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah terus melanjutkan program apresiasi dai tangguh berupa keberangkatan umrah.
Daerah pedalaman adalah daerah yang tidak mudah dijangkau dengan fasilitas yang sangat-sangat terbatas. Tidak saja dibutuhkan kekuatan mental tetapi juga kemampuan fisik dan strategi dalam menjalankan dakwah. Daerah Merauke dan Papua pada umumnya, para dai sudah harus siap berhadapan dengan ancaman penyakit Malaria. 
Sedangkan daerah perbatasan adalah daerah-daerah yang memang selain jauh juga tidak banyak yang berminat hadir di daerah-daerah seperti ini, apalagi untuk berdakwah. Alhamdulillah dai tangguh BMH hadir di setiap perbatasan NKRI ini, di antaranya di Merauke Papua. 
Supendi selaku direktur utama Laznas BMH mengatakan bahwa program ini adalah program yang didukung banyak pihak, karena rasa haru terhadap kiprah dan komitmen para dai tangguh dalam berdakwah.
“Ya, apresiasi dai tangguh berupa umroh ini  mendapat antusiasme tinggi dari berbagai pihak. Entah mengapa, yang jelas, sebagian dari donatur BMH selalu menitikkan air mata kala mendengar kisah perjuangan para dai tangguh dalam menekuni dunia dakwah,” ungkapnya.
“Tahun 2016 BMH akan memberangkatkan 4 dai tangguh untuk umrah, yaitu Ustadz Ahmad Al-Jufri yang bertugas dakwah di ujung timur Indonesia, Merauke-Papua, kemudian Ustadz Damanhuri, daerah tugas Palembang dan Ustadz Ismail Kalosi daerah tugas Enrekang, Sulawesi Selatan. Serta Ustadz Hudri Yahya daerah tugas Morotai yang karena kondisinya belum sehat, sehingga belum bisa berangkat bersama,” imbuhnya.
Dari empat dai tangguh tersebut, Ustadz Ismail Kalosi adalah dai yang spesial. Beliau telah lama tidak bisa mendengar disebabkan serangan Malaria saat bertugas malang melintang di Papua. Namun, pria berusia 55 tahun itu tidak sedikit pun merasa terbebani dengan ujian yang dialaminya tersebut.
Hal ini terungkap kala diwawancara dengan menggunakan tulisan di atas secarik kertas yang dibacanya. Dengan cepat Ismail Kalosi menjawab, “Ya, ini ujian tidak seberapa. Nabi Muhammad jauh lebih berat ujiannya daripada kita ini. Giginya patah, pipinya terluka dan bahu kanannya sempat lama tidak bisa digerakkan,” ungkapnya. 
Dalam umrahnya nanti, mereka akan berdoa untuk kebaikan bangsa dan negara, kebaikan umat Islam. “Ya, insya Allah kami akan berdoa yang terbaik buat bangsa dan negara ini, buat umat Islam, khususnya dakwah Islam, sehingga negeri ini menjadi negeri yang Allah ridhoi,” ungkap Damanhuri. (*)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru