BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 12 Feb 2016 23:04 WIB ·

Terkait Mofest, Dudung; "Sekolah Harus Ikut Sertakan Siswa pada Kegiatan Positif Bukan Hedonis"


 Terkait Mofest, Dudung; "Sekolah Harus Ikut Sertakan Siswa pada Kegiatan Positif Bukan Hedonis" Perbesar

dudung pgri
Bekasimedia – Polemik kegiatan pelajar yang akan digelar pada tanggal 27 bulan Maret nanti mendapat reaksi dari berbagai instansi pendidikan. sebelumnya bidang kesiswaan SMPN 9 Jatiasih, Ani Susilowati menyayangkan sekolahnya dicatut sebagai pemrakarsa acara Mofest (11/2). Kini, giliran wakil PGRI kota Bekasi, Dudung ikut merespon acara tersebut.
“Sebaiknya sekolah memberikan preventif kepada siswa. Bagi saya yang jelas kegiatan-kegiatan tersebut kurang bermanfaat dan hura-hura. Bagi kami atas nama PGRI jelas-jelas kalau bisa pihak sekolah memberikan warning kepada siswa yang mengikuti acara seperti ini, karena di sinilah peran dari guru konseling untuk mendekati betul gak ada anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut
“PGRi berharap sekolah-sekolah di Bekasi itu mengikutsertakan siswanya pada kegiatan yang positif, tidak menghambur-hamburkan uang bahkan ini sifatnya sudah hedonis,” jelasnya kepada Bekasimedia.
1500 pelajar Sekolah Menengah Pertama se-kota Bekasi adalah target yang ingin dicapai oleh komunitas tersebut untuk mengikuti acara mode on festival ini mendapatkan reaksi serius bagi wakil ketua PGRI kota Bekasi ini, “Kalau bisa buat gerakan menolak untuk mengikuti acara ini,” tegasnya.
“Harus berani sekarang, kalau kita tidak berani saya prihatin melihat sikap-sikap anak-anak SMP dan SMA sekarang yang tingkahnya sudah di luar batas apalagi kalau sampai dilegalkan event-event seperti ini yang bekerjasama dengan sekolah.
“Saya tidak menyalahkan anak-anak, yang namanya anak-anak atau remaja kecenderungannya ingin menampilkan jati dirinya atau eksistensi. Nah, eksistensi itu kadang ada yang positif kadang juga ada yang negatif oleh karenanya pihak guru dan orangtua lah yang bertanggungjawab meluruskan itu semua.
saya berharap sekolah-sekolah tidak mengikutsertakan kegiatan-kegiatan yang tidak menunjang pendidikan, ikuti saja kegiatan-kegiatan di sekolah, karena masih banyak kegiatan-kegiatan di sekolah yang banyak menunjang proses belajar,” pungkasnya. (dns)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru