fbpx

Sebut LGBT Penyakit, Akun Facebook Nyoman Heru Diblokir

image
Bekasimedia – Nyoman Heru, seorang netizen yang tinggal di Kabupaten Bogor harus merasakan akun facebooknya diblokir 3 kali berturut-turut karena menyebutkan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) adalah penyakit.
“Pertama kali posting grafis di facebook yang menyebutkan LGBT itu penyakit dan bukan hak asasi. Di grafis itu juga mengutip pernyataan bendahara umum Muhammadiyah, Anwar Abbas yang menyebutkan LGBT itu penyimpangan terhadap ajaran agama atau hukum alam, dan negara harus ikut membantu mengarahkan agar orientasi seksual mereka kembali ke sunatullah,” ujar Nyoman kepada bekasimedia, Kamis (11/2/16).
Lantas, tak berapa lama setelah Nyoman mengunggah grafis itu, otoritas facebook memblokir akun media sosialnya.
“Iya tak berapa lama, akun facebook saya diblokir. Bukan saya aja, tapi juga teman-teman lain yang mem-posting gambar yang sama,” imbuh Nyoman.
Tak hanya di facebook, Nyoman juga mengunggah gambar yang sama di semua kanal media sosial yang dimilikinya, namun hanya facebook  dan messenger yang melakukan pemblokiran.
“Saya posting di semua kanal. Facebook, Messenger, Twitter, Instagram dan Path. Tapi hanya facebook dan messenger yang blokir, yang lainnya aman-aman saja,” jelas pria asal Bali yang berprofesi sebagai profesional event management ini.
Setelah 1 kali 24 jam, pihak facebook membuka pemblokiran, lantas Nyoman kembali mencoba membahas LGBT di jendela facebooknya. Kali ini, ia membuat tulisan testimoni yang lebih panjang. Lalu pihak facebook kembali memblokirnya.
Nyoman gigih dengan usahanya, setelah pemblokiran kedua dibuka, ia kembali dengan menuliskan status ajakan kepada pelaku LGBT untuk bertaubat.
“Ingatlah azab Allah sangat pedih. Bertaubatlah, Allah SWT Maha Pengampun. #LGBTPenyakit,” tulis Nyoman.
Sudah diduga konsekuensinya, akun facebooknya kembali diblokir, hingga saat berita ini ditulis. (eas)

Be the first to comment on "Sebut LGBT Penyakit, Akun Facebook Nyoman Heru Diblokir"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: