BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 10 Feb 2016 10:37 WIB ·

HIPMI Tolak Rencana Pemerintah Perbesar Porsi Saham Asing


 HIPMI Tolak Rencana Pemerintah Perbesar Porsi Saham Asing Perbesar

image
Bekasimedia – Pemerintah melalui BKPM berencana memperbesar porsi kepemilikan asing di berbagai bidang contohnya di bidang  transportasi dari 49% menjadi 67%. Menanggapi hal ini, Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyatakan tidak setuju dengan keputusan BKPM ini. Pasalnya, kebijakan ini tidak sesuai dengan program nawacita yang diusung oleh Presiden Joko Widodo.
“Rencana BKPM untuk memperbesar porsi kepemilikan saham asing, sangat tidak sesuai dengan konsep nawacita yang diusung oleh Presiden.  Salah satu poin yang terdapat dalam Nawacita itu kan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional. Namun, dengan kenyataan yang ada saat ini justru berbanding terbalik dengan Nawacita,“ ujar Ketua BPP HIPMI Bidang Organisasi Anggawira di Jakarta (10/2).
Anggawira mengatakan HIPMI akan mendesak BKPM untuk merevisi proposal perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI) tersebut. BKPM dinilai telah gegabah dalam menetapkan kebijakan. Investasi asing, tutur Anggawira memang penting untuk menunjang kemajuan ekonomi dalam negeri, akan tetapi harus dikontrol dengan baik, tidak semuanya harus dibuka ke asing.
“Penanaman Modal Asing (PMA) memang penting karena investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.  Namun tetap harus ada porsi yang sesuai, jangan semuanya dibuka untuk ‘asing ini terlalu liberal’,”  imbuhnya.
Lebih lanjut Anggawira mengatakan bahwa HIPMI mempertanyakan rasa nasionalisme Kepala BKPM yang tidak sesuai dengan nawacita.  Disaat masyarakat mengharapkan BKPM mampu mengemban tugas dengan optimal, namun justru hal yang dilakukan BKPM malah tidak sesuai harapan masyarakat.
“Dengan kebijakan BKPM yang ingin menaikan porsi saham investor asing kami jadi mempertanyakan rasa nasionalisme kepala BKPM. Kami menilai konsep ini sangat-sangat liberal dan tidak sesuai dengan nawacita. Untuk itu, kami mendesak BKPM untuk  mengkaji kembali kebijakan ini dan mendengar masukan dari dunia usaha dan stakeholder lain,” pungkasnya. (*/eas)
Foto: sumbarprov.go.id

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru