BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 9 Feb 2016 19:47 WIB ·

BPLH Kota Bekasi Sosialisasikan Program Pengurangan Penggunaan Kantung Plastik


 BPLH Kota Bekasi Sosialisasikan Program Pengurangan Penggunaan Kantung Plastik Perbesar

20160209193342
Bekasimedia – Kepala Badan Pengendali Lingkungan Hidup (BPLH) kota Bekasi, Sopandi mensosialisasikan program turunan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia terkait pengurangan penggunaan kantung plastik di kantor dinasnya, di Plaza Pemkot Bekasi Selasa, (9/2).
“Indonesia merupakan negara terbesar kedua skala internasional yang menggunakan kantung plastik setelah Cina,” tutur Sopandi, “dasar dari program pengurangan penggunaan kantong plastik adalah bahwa yang pertama Indonesia dalam skala internasional merupakan negara terbesar kedua pengguna kantung plastik menurut Kementerian LH Republik Indonesia. Kemudian yang kedua bahwa hasil penelitian dari IPB sampah plastik ini penguraiannya kalo di darat selama 100 tahun sedangkan di laut selama 150 tahun. Kemudian jika ini tidak dikendalikan maka pada tahun 2050 bisa dipastikan sampah di lautan akan lebih banyak dari pada ikannya,” lanjut Sopandi kepada Bekasimedia.
Sebanyak 1500 ton sampah perhari yang dihasilkan kota Bekasi menjadi perhatian serius Pemkot Bekasi dalam hal ini BPLH terus mengupayakan mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPA Sumur Batu melalui berbagai cara yang sudah dilakukan.
“Kalau saja kita bisa mengurangi 40 persen saja dari 1500 ton sampah per hari yang dibuang ke TPA Sumur Batu maka kita bisa mengurangi produksi sampah sebanyak 600 ton perhari di kota Bekasi,” imbuhnya.
Terkait Hari Sampah Sedunia, Sopandi juga berharap partisipasi aktif masyarakat.
“Pertama harus ada kesadaran di masyarakat serta peran aktif dalam mengelola di hulunya sebelum pada akhirnya sampai di TPA Sumur Batu dan masyarakat jangan hanya membuang sampah setelah memakai produk tapi juga harus dipikirkan pengelolaannya menjadi bernilai ekonomis. Sedangkan dari aspek pemerintah harus membuat regulasinya serta melengkapi fasilitas armadanya yang saat ini masih belum mencukupi,” pungkas Sopandi. (dns)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru