BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 28 Jan 2016 17:42 WIB ·

Pertambangan Melesu, United Tractors Dorong Karyawan Mengundurkan Diri Sukarela


 Pertambangan Melesu, United Tractors Dorong Karyawan Mengundurkan Diri Sukarela Perbesar

image
Bekasimedia – Perusahaan tambang dan alat berat Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) yang juga memiliki pabrik di Kawasan Industri Jababeka Cikarang Kabupaten Bekasi, membuka opsi pengunduran diri karyawan secara sukarela. Kebijakan ini ditempuh perusahaan dalam rangka efisiensi di tengah merosotnya harga batubara. 
Hal ini dikemukakan oleh Sekretaris Perusahaan United Tractors, Sara Lubis seperti dilansir CNN Indonesia, Senin (25/1). Menurutnya, perseroan memilih untuk membuka opsi pengunduran diri secara sukarela ketimbang menerapkan program pensiun dini. 
“Pensiun dini tidak ada ya. Sekarang yang ada adalah pengunduran diri sukarela. Saya sebenarnya kurang nyaman membahas hal ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan mengaku telah berdiskusi dengan manajemen UNTR. Salah satu topik yang mengemuka dalam diskusi tersebut adalah program pensiun dini United Tractors untuk sekitar 1.500 karyawan dari total 23 ribu karyawan. 
“Dengan asumsi Rp300 juta-Rp500juta per karyawan. Potensi beban satu waktu dari program pensiun dini sekitar Rp450 miliar-Rp750 miliar atau 7 persen-11 persen dari laba bersih 2015 yang diprediksi konsensus mencapai Rp6,6 triliun,” tulisnya dalam riset harian Mandiri Sekuritas.
Sara mengakui, pada tahun ini pihaknya memangkas target penjualan alat berat dan produksi batubara melalui anak usahanya PT Pamapersada Nusantara (Pama) tahun ini, yang disebabkan prospek harga batubara yang lemah.
“Tahun ini penjualan alat berat diprediksi hanya di kisaran 2.000 unit. Sementara penjualan batubara diprediksi 10 persen lebih rendah dari 2015,” jelasnya.
Sebagai informasi, sejak awal tahun hingga Oktober 2015 penjualan alat berat Komatsu turun 42 persen menjadi 1.870 unit dari 3.233 di periode yang sama tahun lalu. Padahal, penjualan alat berat Komatsu pada 2012 mampu mencapai sebanyak 6.202 unit, sedangkan 2013 sebanyak 4.203 unit, dan 2014 menjual 3.51‎3 unit.
Sementara dari sisi produksi batubara, sebelumnya manajemen menyatakan produksi emas hitam pada tahun ini secara total hanya akan mencapai 110 juta ton atau turun dari perolehan tahun lalu 119,4 juta ton.
Sara menyatakan produksi batubara tahun ini diperkirakan turun 10 persen. Hal ini juga berlaku untuk rasio pengupasan tanah yang dipangkas 10 persen. Sementara dari sisi produksi tambang pribadi, untuk 2015 diperkirakan produksi hanya mencapai 4,6 juta ton, dan 2016 sekitar 6 juta ton.
Namun, menurut Sara, opsi ini hanya terjadi di lini usaha pertambangan saja dan bukan di tubuh perseroan secara keseluruhan. 
“Untuk lini usaha alat berat belum ada rencana ini (pengunduran diri sukarela),” katanya. (*/eas)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru