BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 26 Jan 2016 10:49 WIB ·

Siaga Bencana, Lembaga Kemanusiaan Antar Agama Latihan Tanggap Darurat Bersama


 Siaga Bencana, Lembaga Kemanusiaan Antar Agama Latihan Tanggap Darurat Bersama Perbesar

image
Bekasimedia – Banjir Jakarta adalah suatu hal yang biasa terjadi setiap tahun, maka tidak ada pilihan selain membangun kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko bencananya. Masyarakat Kelurahan Grogol Kecamatan Grogol Petamburan mengadakan simulasi tanggap darurat bencana banjir, (23/01)
Kegiatan simulasi diawali dengan apel siaga bencana kemudian dilanjutakan Table Top Exercise (TTX) serta terakhir simulasi tanggap darurat. Simulasi dipusatkan di kantor Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan yang berada di wilayah Kota Jakarta Barat. Kegiatan berjalan pukul 09.00 – 13.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 200 orang yang mempraktekan kegiatan evakuasi, posko, pelayanan medis dan dapur umum dan dibuka langsung oleh Deputi II Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Bidang Penangan Darurat yaitu Ir.Tri Budianto, M.Si, dan disaksikan oleh Iwan Alex K., Kepala Seksi kedarurat Kantor Penanggulangan Bencana Kota Jakarta Barat serta PMI Kota Jakarta Barat.
Kegiatan simulasi ini juga dihadiri oleh Pemadam Kebakaran, POLRI, DANRAMIL Kecamatan Grogol Petamburan. Keluarga HFI yang berpartisipasi adalah PKPU, Habitat for Humanity Indonesia, Wahana Visi Indonesia, LPBI NU dan Karitas Indonesia. Sementara pengamatnya dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik dan Disaster Resources Response Center Universitas Indonesia (DRRC UI).
Daerah Grogol merupakan mini daerah Indonesia, karena penduduknya Bergam suku dan agamanya, namu mereka bisa hidup berdampingan. Khususnya umat Kristen dan Umat Islam. Seminggu sebelumnya, (16/01) diadakan persiapan dengan mengadakan pelatihan.tanggap darurat diikuti oleh 138 orang yang merupakan perwakilan dari semua pemangku kepentingan yang ada di Kelurahan. Pelatihan ini di dukung pendanaan dari Forum Peduli Kasih (FPK) dan di fasilitasi oleh tim Humanitarian Forum Indonesia (HFI) serta didukung penuh oleh Ketua Forum RW dan Ketua Lembaga Musyarawah kelurahan (LMK).
Kegiatan Simulasi bencana yang dilakukan oleh warga ini sangat unik, sepertinya menjadi satu-satunya kegiatan simulasi hasil kolaborasi antar umat beragama di Indonesia. Hal ini dikarenakan diinisiasi oleh masyarakat dan kerjasama Forum Peduli Kasih (FPK), Forum Humatarian Indonesia (HFI) serta Kelurahan Grogol. FPK adalah gabungan dari beberapa gereja yang berada di daerah Grogol yaitu GKI Nurdin, Gereja Baptis Grogol, GPIB Yahya, Gereja Katolik St Kristoferus, Gereja Sidang Jemaat Allah. Sementara HFI adalah forum dari 14 lembaga swadaya masyarakat yang berbasis agama, yaitu : Dompet Dhuafa, Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (LPB Muhammadiyah / MDMC), Yayasan Tanggul Bencana di Indonesia, Yakkum Emergency Unit, Wahana Visi Indonesia, KARINA (Caritas Indonesia), Perkumpulan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat, PKPU, Church World Services Indonesia, Habitat for Humanity Indonesia, Rebana Indonesia, Unit Pengurangan Resiko Bencana Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PRB-PGI), Rumah Zakat, dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU). HFI menjadi wadah bersama kegiatan kemanusian bersama perwakilan dari umat Islam, Kristen Protestan dan Kristen Khatolik di Indonesia.
Simulasi ini menjadi praktek nyata berbangsa di Indonesia sebagai negara yang sangat beragam agama penduduknya. Bencana tidak menjadi masalah satu umat agama, bencana menjadi masalah bersama karena bencana sendiri tidak mengenal agama, usia dan suku. Dampak lain dari kegiatan ini diharapkan semakin kuat ikatan persaudaraan sesama umat Bergamadi Indonesia, khususnya lagi adalah masyarakat di Kelurahan Grogol. HFI menyebutnya program ini dengan istilah Kampung HFI karena menjadi karya nyata keluarga HFI yang beragam dan bekerjasama dengan kelompok masyarakat yang beragam juga. (Surya/put/kis)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru