fbpx

Sesekali Peristiwa di Banten Selatan.. Novel Padat Karya Pram

image
Bekasimedia – Novel singkat yang ditulis Pramoedya Ananta Toer “SESEKALI PERISTIWA DIBANTEN SELATAN” merupakan hasil dari “reportase” singkat sastrawan legendaris ini di wilayah Banten Selatan.
Sebagaimana yang ditulis dalam novelnya, Pramoedya Ananta Toer berkunjung ke Banten pada akhir 1957. Dan melihat perpaduan alam yang masih perawan serta subur dan kayanya bumi, selain itu letak tanah yang landai kaya akan gunung dan jurang, ditambah dengan hamparan luas lautan biru.
Berbanding terbalik jika melihat kedalam kehidupan masyarakatnya yang sangat miskin-miskin. Kerdil, tidak berdaya, lumpuh daya kerjanya. Serta hilang rasa percaya diri sendiri.
Hilang Semangat dan harapan tersebut bukan karena miskin dan tidak bisa baca tulis. Melainkan karena, mereka di hisap. Mereka di injak-injak. Mereka dipaksa hidup dalam rasa ketakutan yang memiskinkannya. Harapan itu hilang oleh rasa ketakutan.
Melalui tokoh Ranta sang lurah yang sebelumnya hidup dalam penderitaan, sampai bosan dengan rasa takut dan rasa putus asa. Pram mencoba meneteskan setitik rasa percaya diri. Sebuah keteguhan untuk melawan kemiskinan dan penindasan dengan cara terus menerus melalui kekuatan kebersamaan yang akrab disebut dengan nama “gotong royong”.
Menurut Pram, “Tubuh boleh disekap, ditendang, diinjak-injak, tapi semangat hidup tidak boleh redup”. Belajar dari semangat yang dibawa oleh Pramoedya, Kita tidak boleh hidup hanya dalam kepasrahan, menginginkan sesuatu tanpa melakukan usaha yang jelas dan nyata.  Atau hanya berdoa dibalik tembok suci peribadahan. Sebagai manusia yang mengharapkan kebenaran, keadilan bisa terwujud. Kita semua harus lawan terhadap siapapun yang menindas, membungkam yang mengakibatkan kemiskinan.
Sebagaimana mengutip kata Pram dalam novelnya melalui Percakapan Ranta dengan Rodjali:
Ranta: “Dimana-mana aku selalu dengar, Yang benar juga akhirnya yang menang. Itu benar. Benar sekali”.
Rodjali :”Tapi kapan Pak?”
Ranta : “Kebenaran tidak datang dari langit. Dia musti diperjuangkan untuk menjadi benar”.
Muhammad Faqih

Be the first to comment on "Sesekali Peristiwa di Banten Selatan.. Novel Padat Karya Pram"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: