BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 21 Jan 2016 06:16 WIB ·

Sotong, Hewan Laut yang Pandai Menyamar


 Sotong, Hewan Laut yang Pandai Menyamar Perbesar

IMG-20160120-WA0019
Sotong merupakan salah satu hewan yang cukup cerdas, sotong sendiri adalah hewan laut dari ordo Sepiida. Sotong kadang-kadang disebut sebagai “Bunglon Laut”. Disebut demikian karena kemampuan luar biasa mereka yang secara cepat dapat mengubah warna kulit mereka dan menyesuaikan dengan tempatnya mengubah warna kulit.
Mereka termasuk kelas Cephalopoda, yang juga di dalamnya termasuk cumi-cumi, octopodes dan nautiluses. Sotong memiliki cangkang internal yang unik, atau cuttlebone, dan oleh karena itu sotong juga sering disebut sebagai cuttlefish.
Tetapi, walaupun disebut ikan, sotong sebenarnya bukanlah ikan melainkan moluska. Sotong memiliki delapan lengan, dan dua tentakel yang dilengkapi dengan pengisap untuk menangkap mangsanya. Mereka umumnya mempunyai ukuran antara 15-25 cm dengan spesies terbesar, Apama Sepia, yang mencapai 50 cm dengan berat lebih dari 10,5 kg.
Sotong seperti halnya cephalopoda yang lainnya, memiliki mata yang canggih. The organogenesis dan struktur akhir dari mata cephalopoda pada dasarnya berbeda dari vertebrata seperti manusia. Kesamaan superfisial antara cephalopoda dan mata vertebrata dianggap contoh evolusi konverge.
Meskipun tidak bisa melihat warna, tetapi mereka dapat merasakan polarisasi cahaya yang meningkatkan persepsi mereka tentang kontras. Mereka memiliki dua tempat sel sensor yang terkosentrasi di retina mereka (dikenal sebagai fovae) satu untuk melihat lebih kedepan dan satu lagi untuk melihat lebih ke belakang.
Perubahan mata fokus dengan menggeser posisi seluruh lensa sehubungan dengan retina, bukan membentuk kembali lensa seperti pada mamalia. Berbeda dengan mata vertebrata, tidak ada blind spot, karena saraf optik diposisikan di belakang retina.
(JM3)
Sumber: National Geographic Indonesia

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru