fbpx

Belajar dari Kisah Lefan dalam film Tausiyah Cinta

image
Bekasimedia – Film yang disutradarai oleh Humar Hadi ini menceritakan kebencian Lefan (Rendy Herpy) kepada ayahnya yang membuat hubungan keluarga mereka pecah. Hal itu membuat perjalanan batin yang pahit dan kering dalam diri Lefan.
Ia ingin membuktikan kepada ayahnya bagaimana cara memuliakan seorang perempuan. Namun Lefan terus menemukan jalan buntu untuk mencari jalan yang lebih baik.
Akhirnya dalam suatu project, Lefan dipertemukan dengan seorang pemuda tampan bernama Azka (Hammas Syahid Izzuddin) seorang arsitek sholeh, tampan, dan hafidz Qur’an. Lefan dan Azka dibesarkan sama-sama beragama Islam tetapi kehidupan Lefan sungguh berbanding terbalik dengan Azka.
Dalam project itu Lefan dipertemukan juga dengan seorang perempuan cantik bernama Rein (Ressa Rere), seorang mahasiswi Teknik Lingkungan tingkat akhir yang sedang merampungkan skripsinya.
Dari sosok Rein, Lefan melihat kemiripan dengan almarhumah kakaknya, Elfa (Hidayatur Rahmi), yang membuat hati Lefan merasakan sesuatu yang menyentuh.
Tausiyah Cinta ini memiliki banyak kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan:
1. Film ini mengajarkan kita untuk selalu melibatkan Allah SWT di segala situasi, baik itu keadaan buruk, senang, sedih dan lain-lain. Dan Allah akan terus ada.
2. Tausiyah Cinta juga adalah film yang banyak memberi inspirasi bagi semua manusia dalam memilih pasangan hidup.
3. Manusia pasti diberikan ujian yang berbeda-beda, tetapi Allah SWT selalu memberikan jalan keluar dengan cara yang berbeda.
Kekurangan:
1. Di dalam film Tausiyah Cinta tidak memberikan detail dari profil masing-masing tokoh di film tersebut.
2. Film ini tidak menceritakan seluk-buluk si aktor, contohnya pada saat film dimulai, tidak dijelaskan penyebab Elfa sakit dan sakit apa? Tidak dijelaskan kenapa sang ibu meninggal walaupun diceritakan ayahnya menikah lagi dan hubungan keluarga mereka rusak.
Film ini tidak memperlihatkan detik-detik sang ibu meninggal.
Terlalu sering flashback jadi kesannya semua serba kebetulan
3. Tidak dijelaskan awal Elfa terjatuh/sakit, apa Elfa sedang sholat, mengambil makan, terjatuh dan lainnya dan tiba-tiba Elfa sudah terbaring lemas dan dibawa ke rumah sakit.
4. Tidak diberitahu perkembangan Elfa di rumah sakit dan tiba-tiba Lefan ditelepon keadaan Elfa membaik, tiba di rumah sakit Elfa tiba-tiba sudah ditemani oleh bibi/pembantu yang sedang pergi pulang kampung apa si bibi ditelepon? Dengar kabar dari pihak keluarga?
5. Tiba-tiba Rein sudah terlibat kontrak karena ide dari percakapan itu yang berjudul “Daur ulang air wudu“
7. Pada saat Elfa meninggal tidak memberi tahu kepada Lefan dan tiba-tiba Lefan sudah berada di rumah sakit melihat Elfa sudah tidak bernyawa, sesudah Elfa meninggal tidak diperlihatkan si kakak dikubur tetapi diperlihatkan kesedihan Lefan di rumah karena kehilangan Elfa. Saat itu ekspresi Lefan agak berlebihan.
8. Kesedihan Lefan tidak begitu lama dan Lefan sudah mengendarai mobil dengan marah tanpa sebab hingga bertemu Azka.
9. Yang lebih aneh kenapa yang tiba duluan Azka daripada Lefan? padahal Lefan mengendarai mobil sedangkan Azka jalan kaki dengan tujuan yang sama?
10. Hilangnya tokoh Rein dan muncul kembali pada saat persetujuan kontrak dengan Lefan, dan di mana presentasi itu dilaksanakan? tapi malah sudah kontrak dengan Lefan tentang “Daur ulang air wudhu”? Dengan tokoh Meyda Sefira yang tiba-tiba menjelaskan konsep Daur Ulang setelah itu tidak diceritakan lagi Meyda Sefira itu siapa.
11. Di film Tausiyah Cinta ini tidak menjelaskan kemunculan tokoh pembantu seperti di saat awal Rein memajang poster tentang tausiyah-nya ada sahabat dan temannya di situ hanya muncul sebentar seterusnya menghilang entah ke mana?
12. Tiba-tiba Rein dapat kabar dari seorang laki-laki.
Demikianlah gambaran jalan cerita dan kritikan untuk film Tausiyah Cinta. Dari sosok Lefan kita belajar bahwa Tuhan menyediakan sarana penghubung padanya bisa lewat siapa saja. Misalnya lewat sahabat dan keluarga.
Semoga kedepan Bedasinema dapat membuat film yang lebih logis dengan jalan cerita yang mudah dipahami, tidak monoton dan lebih teratur.
Oleh : Yoga Putra Ernanda
Kelas XI MultiMedia SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi

Be the first to comment on "Belajar dari Kisah Lefan dalam film Tausiyah Cinta"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: