BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 29 Okt 2015 17:46 WIB ·

Benarkah Upah yang Tinggi Berimbas Kaburnya Investor?


 Benarkah Upah yang Tinggi Berimbas Kaburnya Investor? Perbesar

Ini adalah sebuah pernyataan yang seringkali saya dapatkan ketika berdiskusi dan berdebat dengan berbagai orang dalam berbagai kesempatan. Baik secara langsung atau melalui media sosial dengan orang-orang yang tidak suka dengan aksi-aksi buruh untuk menuntut upah yang layak.

Hal itu pula yang seringkali disampaikan oleh para pengusaha atau pejabat pemerintah kepada para buruh. Namun benarkah ketika upah buruh naik signifikan maka investor tidak akan datang dan pabrik-pabrik akan tutup, pindah dan buruh akan dipecat? Mari kita tengok pernyataan tersebut.

Apakah benar-benar variabel atau faktor produksi semata-mata hanya upah buruh? Jika memang benar, maka pernyataan bahwa upah buruh yang naik akan membuat investor tak tertarik dan pabrik-pabrik akan tutup. Namun sayangnya variabel produksi bukan hanya semata soal upah buruh, ada beberapa variabel lain yang mempengaruhinya.

Pertama, sumber daya alam atau bahan baku. Ini adalah faktor penting bagi sebuah industri untuk membangun usahanya atau pabriknya. Pengusaha akan memperhitungkan membangun pabrik di lokasi yang dekat dengan bahan bakunya. Misalnya pabrik sepatu tidak akan membangun pabriknya jauh dari sumber bahan baku, tentunya untuk mempermudah dan memperlancar produksi.

Kedua, pasar. Kedekatan jarak antara pabrik dengan pangsa pasar adalah faktor lain yang juga menjadi perhitungan. Pabrik A tak akan memproduksi di satu daerah yang jauh dari pangsa pasarnya untuk memperingan biaya produksi.

Tenaga kerja tentu menjadi salah satu variabelnya. Kenapa pabrik sepatu dengan merk-merk dagang besar dunia dibuat di Tangerang? Karena tenaga kerja di sana mempunyai skil yang baik dalam membuat sepatu dengan berbagai pengalaman dan kedetailan dalam membuat sepatu sesuai dengan lisensi dan standar dari investor.

Kenapa pabrik sepatu tersebut tidak mau memindahkan pabriknya di daerah yang nilai upah buruhnya lebih murah dari pada di Tangerang? Tentu saja ketika memindahkan ke lokasi lain pabrik tidak akan dengan mudahnya mendapatkan tenaga kerja dengan skill dan pengalaman yang tinggi atau dekat dengan bahan baku produksi.

Belum lagi memindahkan satu pabrik akan memakan biaya yang sangat tinggi dan akan mengubah sistem produksi, tekhnologi, sumber daya, izin produksi dan berbagai hal lainnya.

Tahun 2015, upah paling besar adalah Kabupaten Karawang sebesar 2,9 juta, lebi tinggi dari Jakarta yang hanya 2,7 juta. Padahal kalau mau kita bandingkan, biaya hidup di Jakarta lebih tinggi dari pada Karawang.

Ternyata, menurut Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Jawa Barat, Jhonny Andela, Pemprov Jabar dan Karawang harus mengantisipasi kemungkinan investasi di Karawang dan sekitarnya overload. Berbagai investor dari luar negeri terus berdatangan untuk menanamkan modalnya di Karawang. Tentu saja para investor telah memperhitungakan berbagai variabel tersebut di atas.

Jika Anda yang masih berpikir bahwa kenaikan upah buruh akan membuat pabrik pindah dan investor silakan Anda belajar lebih baik lagi tentang ilmu ekonomi. Karena perlu diingat, kenaikan upah juga akan berpengaruh pada naiknya tingkat daya beli masyarakat yang pada akhirnya akan membuat hasil produksi pabrik akan laku dan pengusaha akan mendapatkan keuntungan.

Mochamad Anthony, mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Tangerang

Source: http://ift.tt/1P6XTEp

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru