BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 16 Okt 2015 14:54 WIB ·

Rindu Sang Murabbi:‎ Simbol Spiritualisme Dakwah yang Menghadirkan Cinta


 Rindu Sang Murabbi:‎ Simbol Spiritualisme Dakwah yang Menghadirkan Cinta Perbesar

Ilustrasi
MediaTangerang.com, – Empower Indonesia Pictures berkolaborasi dengan Warna Pictures memproduksi film dokumenter tentang ustadz Rahmat Abdullah yang diberi judul `Rindu Sang Murabbi`. Menurut Mustofa Abdullah, Executive Producer film tersebut, Rahmat Abdullah adalah salah satu tokoh gerakan Tarbiyah di tanah air yang kemudian bertransformasi menjadi Partai Politik yang awalnya PK menjadi PKS.

Pentingnya sosok Rahmat Abdullah itu sendiri, sambung Mustofa, pernah digambarkan oleh Anis Matta, mantan Sekjen dan Presiden PKS. “Menurut Ustadz Anis dalam sebuah tulisannya, Rahmat Abdullah telah meninggalkan ruang kosong yang besar simbol spiritualisme dakwah kita yang selalu menghadirkan cinta dalam semua kerja dakwah. Para pecinta adalah pemilik ruh yang lembut. lembut seluruh hidupnya, lembut cara perginya,” kata Mustofa kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Anis Matta memang selama bertahun-tahun sejak gerakan Tarbiyah bertransformasi menjadi Partai Politik yang awalnya PK menjadi PKS dan menjadi sahabat dekat dan tim kerja di Dewan Pimpinan Pusat Partai bersama ustadz Rahmat Abdullah. Ustadz Rahmat, begitu ia kerap dipanggil murid-muridnya pernah digelari `Syaikh Tarbiyah` (Sang Guru/Pembina) oleh sebuah majalah islam nasional di tahun 2001, itulah momen peringatan 20 Tahun Gerakan Tarbiyah di Indonesia yang telah melahirkan komunitas Tarbiyah yang kemudian bertransformasi menjadi Partai bernama Partai Keadilan dan Partai Keadilan Sejahtera.

Karier politik ustadz Rahmat adalah menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai, Badan Penegak Disiplin Organisasi Partai dan juga menjadi anggota DPR pada tahun 2004, setahun sebelum beliau wafat tahun 2005.

Dijelaskannya, penggarapan film ini adalah sebagai upaya untuk mengenang dan menghidupkan kembali spirit dan semangat dakwah dan perjalanan hidup sosok yang penuh inspirasi ini kedalam bentuk film Biopic Ustadz Rahmat Abdullah.

Ditambahkannya, mengcapture spirit dan biografi seorang tokoh besar haruslah dipotret secara real tanpa dilebihkan dan tanpa dikurangi, fakta dan realitasnya harus dipaparkan seideal mungkin, oleh karena itu kami memilih bentuk film dokumenter sebagai sebuah formula yang menurut kami sesuai dan tepat untuk melahirkan sebuah karya audio visual tentang sosok almarhum Ustadz Rahmat Abdullah.

“Melalui Film Dokumenter Rindu Sang Murabbi, kami mencoba menghidupkan kembali nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan oleh sosok almarhum, melalui tuturan cerita dari orang-orang terdekat beliau dan orang-orang yang mengagumi pemikiran-pemikiran beliau, sehingga para penonton dapat menarik benang merah dari realitas potret kehidupan beliau,” terang Mustofa.

Gala Premiere film `Rindu Sang Murabbi` sendiri sudah dilaksanakan di Granada Hall, Gedung Menara 165, Jl. TB Simatupang, Jakarta, Rabu (14/10/2015). Sementara sang sutradadara film, Ali Eunoia, menjelaskan, film ini adalah sebuah dokumenter yang tenang, memikirkan kehidupan dan perenungan kehidupan dari nilai-nilai Islam berdasarkan tuturan orang-orang yang dekat dengannya dan kumpulan tulisan dan puisi-puisinya.

Para tokoh/subject yang terlibat dalam film ini antara lain Ibu Sumarni istri almarhum, Bang Nawawi adik almarhum, Ustadz Izzudin Abdul Madjid murid almarhum dan saat ini sebagai ketua yayasan Iqro, ustadz Ruslan Effendi atau ustadz Lani kawan seperjuangan almarhum, Dr Hidayat Nur Wahid murid almarhum dan saat ini wakil ketua MPR, Ustadz Arifin Ilham dai kondang dan juga murid almarhum, bunda Helvy Tiana Rosa, novelis, sastrawan dan juga murid almarhum.

“Kami berharap film dokumenter ini akan memberikan manfaat positif bagi seluruh kalangan masyarakat yang menontonnya khususnya ummat Islam dan juga para aktifis da’wah baik di Indonesia maupun di Luar Negeri, mengingat sosok ustadz Rahmat Abdullah adalah tokoh besar yang sangat dikagumi dan dirindukan sikap, kepribadian dan pemikiran-pemikirannya,” tandas Ali.‎

 
Sumber: harianterbit.com

Sumber
via Media Tangerang

Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru