BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 23 Sep 2015 06:54 WIB ·

Pemerintah Harus Belajar dari Melesetnya Asumsi Dasar APBN-P 2015


 Pemerintah Harus Belajar dari Melesetnya Asumsi Dasar APBN-P 2015 Perbesar

PASBERITA.com – Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam menyarankan pemerintah agar belajar dari melesetnya asumsi dasar APBN-P 2015. 

Hal ini terkait dengan target asumsi makro yang telah disepakati pemerintah bersama Komisi XI DPR RI dalam rapat kerja di Komplek Senayan Jakarta, Selasa (22/9) malam.

“Pemerintah harus belajar dari pengalaman realisasi APBN-P 2015 yang banyak meleset dari asumsinya. Jangan ada lagi kegaduhan-kegaduhan politik dari mulai intrik antar penegak hukum, hingga perang statemen di publik antar menteri  yang membawa sentimen negatif kepada publik dan pasar,” jelas Ecky dalam siaran persnya, Selasa(22/9).

Selain itu, menurut alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini, pemerintah harus mendorong belanja negara yang efektif, jangan terlambat seperti sekarang. 

“Anggaran perlu terserap dengan baik sebab belanja pemerintah akan memberi stimulus bagi perekonomian. Serta pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat dan memberikan dukungan yang maksimal bagi sektor riil,” tambah Ecky.

Ecky mengakui ke depan kondisi eksternal perekonomian global sedang jelek cuacanya, “Tapi jangan hanya bisa mengeluh, sebab pemerintah masih punya ruang untuk bermanuver,” katanya.

Rapat kerja yang dihadiri oleh Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, serta Gubernur BI telah menyepakati asumsi-asumsi makro yang menjadi dasar penyusunan RAPBN 2016 tersebut sebagai berikut: pertumbuhan ekonomi 5,3%, target inflasi 4,7%, rata-rata nilai tukar rupiah Rp13.900 per dollar AS, serta suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,5%.

Adapun target terkait indikator pembangunan ialah penurunan angka kemiskinan menjadi 9%-10%, gini ratio sebagai indikator kesenjangan menjadi 0,39, tingkat pengangguran sebesar 5,2-5,5%, serta IPM sebesar 70,10

Menanggapi hal ini, Ecky mendorong pemerintah agar bekerja keras untuk merealisasikan hal tersebut. 

“Walau saya melihat angka-angka tersebut masih cukup ambisius, namun saya berharap semoga bisa tercapai. Syaratnya adalah pemerintah harus konsisten memperkuat kepercayaan pasar dan publik. Pemerintah harus fokus dan bekerja sama dengan BI untuk mewujudkanya,” pungkas Ecky dari Fraksi PKS ini. (*)




PASBERITA.com | Klik Download Aplikasi Android

 

Sumber
via PAs Berita

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru