BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 22 Sep 2015 14:00 WIB ·

Aktivis Perempuan: Anak Pelaku Kekerasan Korban Salah Asuh & Lingkungan


 Aktivis Perempuan: Anak Pelaku Kekerasan Korban Salah Asuh & Lingkungan Perbesar

image

Bekasimedia – Kekerasan yang menyebabkan meninggalnya anak dibawah umur kembali terjadi. Kali ini terjadi di sebuah SD Negeri di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Jumat (18/9/15) lalu, seorang siswa SD meninggal setelah dipukul teman sekelasnya.

Aktivis perempuan dan ketahanan keluarga, Wirianingsih memandang secara lebih luas sejatinya korban dan pelaku di bawah umur sama-sama “korban” dari pola asuh yang kurang tepat.

Mestinya, ujar Wirianingsih, rumah adalah tempat anak mendapatkan kasih sayang, dan saling menghargai di antara anggota keluarga. Sementara sekolah adalah rumah kedua bagi anak, bukan sekedar tempat transfer ilmu pengetahuan. “Namun juga tempat karakter anak dibentuk, maka pengasuhan, pengawasan, dan perlindungan juga harus dilakukan dalam lingkungan sekolah,” ujar Wirianingsih, Senin (21/9/15).

Ia menegaskan anak-anak yang berhadapan dengan hukum tetaplah sebagai “korban” akibat pengasuhan dan pengaruh lingkungan orang dewasa. “Saya sepakat agar kasus kekerasan anak yang dilakukan oleh anak di lingkungan sekolah ini didalami dulu, apakah ada variabel lain yang menyebabkan kematian pada korban,” urainya.

Wirianingsih menjelaskan, mengacu pada Undang-Undang (UU) Peradilan Anak No. 11 tahun 2012,  pasal  5 dan 6, wajib dilakukan upaya diversi, yang bertujuan untuk mencapai  perdamaian antara korban dan anak, menyelesaikan perkara anak di luar proses peradilan, menghindarkan anak dari perampasan kemerdekaan, mendorong masyarakat untuk berpartisipasi, dan menanamkan rasa tanggung jawab pada anak.

Dengan demikian, ujar Wirianingsih, diharapkan ke depan anak  yang berhadapan dengan hukum (ABH) dapat dibina dan dididik dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong masa depannya yang masih panjang.

Apa yang dilakukan oleh anak, kata Wirianingsih, akan sangat dipengaruhi oleh contoh dan perilaku orang yang ada disekitarnya. Jika anak diasuh dengan kekerasan, dan sering melihat tindak kekerasan dari orang dewasa disekitarnya, besar kemungkinan akan melakukan kekerasan. 

Karena, menurut Wirianingsih, masa kanak-kanak adalah masa imitasi, masa mencontoh. “Ia akan menyerap secara baik,  apa yang ada di sekitarnya. Layaknya spons. Keteledanan dari orang dewasa, baik orang tua di rumah maupun guru di sekolah,  menjadi kata kunci dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak,” imbuh Wirianingsih.

Lebih lanjut ibu dari 10 anak penghafal Al-Quran itu mengemukakan, keteladanan dalam keluarga akan terbangun dengan baik jika semua pihak menyadari bahwa keluarga merupakan pilar kemajuan bangsa. Menurutnya, baik buruknya sebuah bangsa akan ditentukan oleh keluarga.

Faktor lain yang mempengaruhi perilaku kekerasan yang dilakukan oleh seorang anak, ungkap Wirianingsih, adalah  tayangan media, baik cetak ataupun elektronik. Terpaparnya anak-anak oleh materi kekerasan melalui media massa maupun game, ujar Wirianingsih, telah memicu anak untuk melakukan kekerasan. 

Untuk itu, wanita yang juga salah seorang penggagas berdirinya Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA) itu, mengajak insan media untuk menguatkan peran positif dan kontributisinya dalam membangun karakter positif bangsa, melalui tayangan yang mendidik.

Ia mengajak Pemerintah dan seluruh pihak bersungguh-sungguh menjadikan keluarga sebagai basis dalam menyusun kebijakan pembangunan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama mewujudkan ketahanan keluarga, karena keluarga adalah lembaga pendidikan utama dan pertama yang akan membentuk jiwa, karakter dan perilaku seorang anak,” pungkas Wirianingsih.

The post Aktivis Perempuan: Anak Pelaku Kekerasan Korban Salah Asuh & Lingkungan appeared first on Bekasi Media.

Sumber Suara Jakarta

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru