| Plt. GPK Suaib Didu bersama pengurus GPK lainnya saat menjelaskan pemahaman Islam yang benar. |
Menurut Plt. GPK Suaib Didu, radikal artinya memahami ajaran Islam secara ‘kaffah’ (sempurna). “Jadi mereka yang belajar agama yang sungguh-sungguh,” kata Suaib di Kantor PP GPK, Jakarta, Kamis (2/7).
Hadir dalam acara itu, Sekjen GPK Andrian Kurnia Putra, dan pengurus GPK lainnya. GPK, organisasi yang berafliliasi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Islam radikal adalah mereka memahami ajaran Islam secara utuh, tidak sepotong-potong. Sebab terjadinya teroris selama ini karena memang tidak memahami ajaran Islam secara utuh,” tutur Suaib.
Ia mengatakan selama ini ada pemahaman yang salah tentang definisi radikal yang selalu diidentikan dengan kekerasan, padahal tidak demikian. Sebab, pemahaman GPK radikal itu baik yakni, mereka yang sungguh-sungguh belajar agama.
Sebab itu, lanjut Suaib, mewajibkan kepada seluruh anggota keluarga GPK baik di tingkat pusat, daerah sampai luar negeri untuk menjadikan Islam radikal, dan tidak menjadi teroris.
Menurut Suaib, terjadinya teroris, atau orang-orang Indonesia yang bergabung dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), dan juga kekerasan atas nama agama karena memang kehilangan figur di negeri ini yang bisa menjadi contoh suri tauladan.
Sumber
via Media Tangerang











