BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 15 Jun 2015 09:39 WIB ·

Sikapi Pernyataan Menag, Politisi PKS: Toleransi Harus Dimaknai Secara Universal


 Sikapi Pernyataan Menag, Politisi PKS: Toleransi Harus Dimaknai Secara Universal Perbesar

PASBERITA.com – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan bahwa toleransi harus dimaknai secara universal. Hal disampaikan Fahri dalam rangka menyikapi pernyataan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin terkait keinginannya supaya warung makan tetap buka selama Bulan Ramadhan untuk menghormati masyarakat yang tidak berpuasa.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan, bahwa toleransi seharusnya berlaku bagi semua umat yang ada, bukan untuk satu pihak tertentu saja.

“Toleransi harus dituntut pada semua orang karena toleransi adalah universal. Tidak bisa toleransi hanya ditujukan pada satu umat saja, seperti yang tersirat dari pernyataan Menteri Agama terhadap orang berpuasa harus bertoleransi pada yang tidak berpuasa,” kata Fahri saat dihubungi wartawan, di Jakarta, sebagaimana dirilis okezone (15/6).

Fahri menyontohkan toleransi yang terjadi di Bali, saat umat Hindu merayakan Nyepi. Tidak hanya bagi umat yang menjalankan ibadah tersebut, masyarakat di luar kebudayaan itu juga ikut melakukan hal yang sama sebagai bentuk toleransi.

“Di Bali ketika Hari Raya Nyepi, semua umat, termasuk umat Islam menghormati masyarakat Bali yang sedang merayakan dengan mematikan lampu dan tidak berkegiatan dan bukan sebaliknya, kan?,” ungkapnya.

Lebih lanjut Fahri mengatakan bahwa tidak ada larangan untuk membuka warung makan saat jam berpuasa. Tetapi hal yang demikian tidak harus dilakukan secara ekspresif serta mengganggu kekhidmatan umat Islam yang menunaikan ibadah puasa.

“Warung enggak perlu tutup, tapi jangan ekspresif juga. Apalagi kalau kita mengambil hikmah dari peribadatan agama. Puasa itu makna besarnya, mengistirahatkan lahir-batin dari kehidupan rutin dan mencegah hawa nafsu,” tutup Fahri.(*)





PASBERITA.com | Klik Download Aplikasi Android

 

Sumber
via PAs Berita

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru