BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 14 Jun 2015 17:04 WIB ·

Kinerja Ekonomi Memburuk, Menteri Bappenas Curhat di Facebook


 Kinerja Ekonomi Memburuk, Menteri Bappenas Curhat di Facebook Perbesar

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Kian buruknya kinerja perekonomian Indonesia yang disoroti oleh beberapa pengamat, membuat Menteri Bappenas, Andrinof Chaniago, “ngomel-ngomel” di akun facebook miliknya.

Melalui akun facebook “Andrinof Chaniago Full ” tersebut, dirinya membeberkan data bahwa tidak hanya mata uang Rupiah yang mengalami tekanan atas currency wae terhadap dollar Amerika Serikat. Sayangnya, 6 dari 7 negara yang dijadikan komparasi adalah negara maju yang notabene berbeda kondisi perekonomiannya dengan Indonesia.

“Buat yang selalu nafsu berteriak menunjuk kesalahan pemerintah, termasuk melemahnya rupiah, ini data menguatnya dollar dari angka pelemahan kurs terhadap US$ dibandingkan tahun lalu: Rusia 60%, Brazil 38,5%, Turki 31,22%, Jepang 22,32%, Kawasan Euro 20,74%, Malaysia 17,40%, Indonesia 16,40%,” jelasnya sebagaimana tertulis pada minggu (14/6) siang.

Dirinya berharap agar para pengamat,”Semoga bisa belajar dari data,”, harapnya.

Krisis Ekonomi Terulang?

Ketua Program Sarjana PPM School of Management, Aries Heru Prasetyo, menilai bahwa alarm krisis ekonomi telah berbunyi nyaring. Bahkan nyaringya sekeras nada saat krisis melanda ekonomi Indonesia saat 1998.

Prediksi tersebut, menurutnya, didasarkan atas data bahwa, “rupiah yang perlahan namun pasti menurun ke level Rp. 13.000 atau tertekan lebih dari 7 persen sejak perdagangan dibuka awal tahun ini. Selanjutnya, pergerakan IHSG yang kembali meninggalkan titik psikologisnya di angka Rp. 5000. Bahkan cadangan devisa yang dimiliki pemerintah saat ini senilai USD 110,8 miliar, lebih rendah dari nilai tahun 2014 sebesar USD 110,9 miliar,” tulisnya dalam artikel opini di Harian Sindo, Jumat (12/6).

Dirinya mengingatkan meskipun baru 8 bulan, pemerintahan Jokowi sudah dihadapkan pada pekerjaan rumah yang masih menumpuk.

“Ketegasan kepemimpinan yang telah ditunjukkan dinilai belum mampu membawa pasar pada sebuah kepastian ekonomi Indonesia,” sarannya.

The post Kinerja Ekonomi Memburuk, Menteri Bappenas Curhat di Facebook appeared first on SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia.

Sumber : Suara Jakarta

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru