Bekasimedia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih sangat fluktuatif, sempat melemah pada awal pekan hingga menembus Rp 13.400/USD, pada perdagangan Rabu (10/06), rupiah dikabarkan kembali menguat seiring penguatan mata uang regional terhadap dolas AS, kemudian kembali melemah.
Pada perdagangan hari ini, Kamis (11/6), seperti dikutip dari Reuters, nilai tukar rupiah masih lemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pagi hari rupiah sempat menguat pada Rp 12.250, namun pada siang hari kembali ke kisaran Rp 13.300.
Chusna, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Assyafi’iyah Jakarta menjelaskan bahwa depresiasi rupiah yang terjadi saat ini terhadap dolar AS merupakan dampak yang terjadi dari beberapa hal, salah satunya karena Bank Federal AS menaikan suku bunga, “Bank Federal AS menaikan suku bunga sehingga investor mengalihkan simpanannya dalam bentuk dolar AS.”
Hal ini memicu permintaan uang dalam bentuk dolar AS meningkat, Chusna melanjutkan, hal ini mengakibatkan rupiah makin turun.
“Jika kenaikan dolar AS terus dibiarkan, maka hal ini tentu saja akan membawa kekhawatiran. Karena saat ini nilai transaksi berjalan negatif,” ungkap Chusna kepada bekasimedia.
Peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat (P3EM) – UIA ini menggaris bawahi bahwa krisis ekonomi kemungkinan tidak terjadi karena pola konsumsi masyarakat.
“Kita masih memiliki sektor konsumsi yang bisa menyokong pertumbuhan atau pendapatan nasional dimana sebagian besar penduduk indonesia ber penghasilan menengah kebawah tidak terlalu bergantung dengan ekonomi global,” ujarnya.
Chusna menyarankan pemerintah bisa mengendalikan import, terutama produk-produk yang langsung dikonsumsi masyarakat dengan menaikan tarif bea masuk. Selain itu eksport harus ditingkatkan terutama produk-produk UMKM agar bisa bersaing di tingkat global.
“Melihat transaksi berjalan yang negatif. pemerintah dapat menaikkan tarif bea masuk untuk barang-barang konsumsi. Selain itu, pembinaan bagi UMKM harus dilakukan agar lebih produktif dan menghasilkan produk yang mampu bersaing dan produknya dapat dijual ke luar negri,” pungkas Chusna. (eas)
The post Rupiah Masih Melemah, Pemerintah Harus Segera Bertindak appeared first on Bekasi Media.
Sumber Suara Jakarta











