BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 26 Mei 2015 12:06 WIB ·

Indonesia Diancam Tiga Perang Baru


 Indonesia Diancam Tiga Perang Baru Perbesar

PASBERITA.com – Percaturan global sekarang berbeda dengan pada zaman perang dingin. Saat ini ada tiga bentuk perang baru yang sedang mengancam Indonesia. Yaitu perang sumber daya alam, perang mata uang dan perang cyber.

Demikian disampaikan pengamat intelijen dan keamanan internasional Soeripto saat berbicara dalam Tasyakuran Milad Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia yang ke-16 di Jakarta dua hari lalu sebagaimana dikutip RMOL. 

“Dua pihak yang menonjol dalam perang sumber daya alam adalah antara Amerika dan China. Percaturan di Indonesia sangat terasa, terutama dalam akses sumber daya alam. Hal ini harus diantisipasi dengan baik, karenanya tata kelola sumber daya alam harus benar-benar untuk kepentingan masyarakat. Lembaga advokasi sosial seperti PAHAM ini harus bisa mengawal kepentingan publik tersebut,” papar mantan Sekjen Kementerian Kehutanan tersebut dalam keterangannya, Minggu (17/5).

Selanjutnya adalah bentuk perang mata uang atau yang disebut dengan currency war.

“Jenis perang ini juga tak boleh diremehkan, karena berkaitan langsung dengan ketahanan perekonomian Indonesia. Nilai mata uang kita sekarang semakin merosot, ini pertanda kita kalah strategi. Bisa jadi kita kalah perang untuk saat ini,” papar salah satu Dewan Pembina PAHAM Indonesia tersebut.

Ketiga adalah perang dunia maya alias cyber war, yang dilakukan melalui karingan internet.

“Perang ini sangat luar biasa pengaruhnya, suatu bangsa yang diserang oleh cyber war akan bisa lumpuh. Contohnya pada perang teluk mengapa Irak cepat menyerah, hal ini terjadi karena AS bisa melumpuhkan seluruh jaringan komunikasi Irak. Sehingga jaringan pertahannya macet, dan tidak jalan. Pada tahap ini, serang melalui cyber akan dilakukan terlebiha dahulu barulah kemudian dilakukan serangan melalui kekuatan militer,” papar pengaman inteljen senior itu.

Soeripto mengingatkan agar tiga hal ini diwaspadai untuk menjaga pertahanan negara.

“Sayang pemerintah Indonesia masih kurang mewaspadai ketiga hal ini, justru yang diwaspadai hanya isu-isu pinggiran,” tukasnya. (*)




PASBERITA.com | Klik Download Aplikasi Android

 

Sumber
via PAs Berita

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru