PASBERITA.com – Direktur Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Aceh Basri Efendi mengatakan rakyat Aceh telah memberikan keteladanan yang baik soal kemanusiaan. Hal itu disampaikan Basri Efendi saat memberikan penghargaan kepada nelayan Aceh bersama Menteri Sosial pada hari Minggu (24/5).
Oleh karenanya, sebagai koordinator Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Rohingya (AMAPR), Basri Efendi memberikan penghargaan kepada para nelayan yang telah menolong para pengungsi Rohingya.
“Mereka telah memberikan keteladanan kepada kita mengenai arti kemanusiaan. Tanpa mengenal suku, agama, ras dan golongan mereka telah mau membantu etnis Rohingya yang ada di tengah laut. Karenanya kami dari aliansi lintas organisasi di Aceh memberikan penghargaan kepada mereka,” papar Basri.
Menurut Basri, dirinya beserta AMAPR sengaja mengajak Mensos dan Wakil Ketua DPR untuk memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi negara kepada para nelayan Aceh.
“Hari ini ada Bu Khofifah Indarparawansyah dan Bapak Fadli Zon yang saya ajak untuk memberikan penghargaan kepada para nelayan Aceh. Setidaknya ini merupakan representasi penghargaan eksekutif yang diwakili oleh Mensos dan Legislatif yang diwakili oleh Wakil Ketua DPR. Dengan penghargaan yang demikian, kita berharap akan semakin menumbuhkan rasa solidaritas kemanusiaan di Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut Basri menjelaskan bahwa Rohingya adalah persoalan regional di asia tenggara. Karenanya, resolusi ini juga digalang melalui forum Sout East Asia Humanitarian (SEAHUM).
“Untuk tingkat regional, rekan-rekan di PAHAM Indonesia sudah menggalang aliansi kemanusiaan melalui SEAHUM. Kemarin mereka sudah melakukan pertemuan di Kuala Lumpur untuk meggalang dukungan organisasi kemanusiaan regional. Kita berharap mereka akan mampu memberikan tekanan kepada Myanmar, agar tidak lagi mengusir warga Rohingya serta memberikan pengakuan terhadap etnis tersebut sebagai warga negara,” pungkasnya.(*)
Sumber
via PAs Berita











