BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 9 Mei 2015 21:24 WIB ·

Helm Daun Nangka Hantar Indonesia Juara Umum ISPRO 2015


 Helm Daun Nangka Hantar Indonesia Juara Umum ISPRO 2015 Perbesar

PASBERITA.com – Tim Indonesia meraih juara umum dalam Olimpiade Sains Terapan Dunia atau International Science Project Olympiad (ISPRO) 2015 yang diselenggarakan di Jakarta 4 Mei hingga 8 Mei.

Dalam kompetisi itu Indonesia mengumpulkan 4 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu. Kemudian disusul Bosnia dan Herzegovina dan Tajikistan yang masing-masing memperoleh 1 medali emas, 2 medali perak, dan 1 perunggu.

Pelajar dari SMAN 1 Bantaeng Sulawesi Selatan, Irham Syarif (18) dan Ahmad Abrar (18), berhasil meraih medali emas dengan proyek sains-nya yakni masker helm yang mampu menyerap timbal.

“Kami membuat helm yang berasal dari daun nangka dan mahoni, karena menyerap timbal dan mudah ditemui,” ujar Irham usai penutupan ISPRO di Jakarta, Jumat (8/5), dilansir Antara.

Irham dan Ahmad meneliti selama lima bulan, dan pernah meraih medali emas pada kompetisi serupa untuk tingkat nasional. Dia berharap penelitiannya tersebut dapat memberikan sumbangsih dalam upaya menjaga lingkungan.

Indonesia meraih medali emas untuk bidang kimia, biologi, teknologi, dan lingkungan.

Dirjen Pendidikan Menengah Kemdikbud, Achmad Jazidie, mengatakan bahwa olimpiade sains terapan itu merupakan salah satu bukti jika generasi muda kreatif dalam menyelesaikan persoalan.

“Kegiatan ini selain memberi solusi nyata untuk permasalahan dunia, juga menjadi wadah membangun jejaring sesama pelajar dari seluruh dunia,” kata Jazidie.

Olimpiade itu diikuti pelajar berusia 14 hingga 18 tahun yang berasal dari 29 negara. Terdapat lima kategori yang bisa diikuti oleh peserta ISPRO yakni biologi, fisika, kimia, lingkungan, dan teknologi.

Dalam kompetisi ini peserta diminta untuk menjelaskan proyeknya, mempertahankan dan menggunakan ide tersebut dalam teori dan praktik. Jika diperlukan, peserta bisa membawa alat bantu audiovisual.

Peserta yang berusia 14-18 tahun ini bisa menyertakan maksimal 10 karya dari satu negara. Dan untuk setiap karya maksimal dikerjakan oleh dua orang dan satu project supersivor. Setiap naskah yang dibawa peserta harus mengandung prinsip dan metodologi ilmiah.

Beberapa kriteria penilaian oleh juri mencakup pertanyaan tentang penelitian, desain dan metodologi, koleksi data, analisis, dan pemahaman, kreativitas, dan pemaparan. (*)





PASBERITA.com | Klik Download Aplikasi Android

 

Sumber
via PAs Berita

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru