fbpx

Kesebelasan GenHalilintar: Jadikan Sebelas Anak Sebagai Tim dalam Keluarga

BEKASIMEDIA.COM – Kesebelasan Gen Halilintar adalah judul buku yang tengah dipromosikan di booth Kesebelasan Gen Halilintar Media, Istora Senayan lantai dua, pada ajang Islamic Book Fair tahun ini.

Menurut penuturan Ika, penanggung jawab stand tersebut, buku kesebelasan Gen Halilintar berisi kisah tentang sepasang suami istri yang dikaruniai sebelas orang anak. Enam putera dan lima puteri. Diasuh sendiri oleh pasangan suami istri ini tanpa bantuan baby sitter, bahkan suami istri ini menjadikan sebelas anaknya seperti kesebelasan, tim yang solid bekerja sama di dalam rumah.

Di halaman delapan buku ini, sang penulis menulis,
11 kids. Without baby sitter, without nanny, without maid. Kami orangtua bersama kesebelasan genH yaitu 6 putra dan 5 putri bekerja sama as a team, menyelenggarakan rumah laksana mengelola hotel yang ada room service, house keeping, kitchen, laundry, etc.”

Adalah pasangan suami-istri Halilintar Asmid dan Lenggogeni Faruk. Mereka menuliskan kisah rumah tangga mereka yang begitu banyak menyita perhatian orang-orang serta begitu sering dipertanyakan orang-orang terdekat mereka selama ini.

Halilintar dan Lenggogini menikah di usia yang masih relatif muda dan Lenggogini mengalami masa kehamilan, menggendong dan menggandeng dalam perjalanan perniagaan ke lima benua bersama sang suami, Halilintar.

Hal unik lainnya dari Gen Halilintar ini adalah anak-anak mereka yang dibahas secara khusus dan detail satu persatu dalam buku. Dari anak pertama hingga anak kesebelas.

Kesebelas keturunan Halilintar tersebut antara lain: Muhammad Atta Halilintar, Sohwa Mutamima Halilintar, Sajidah Mutamimah Halilintar, Muhammad Thariq Halilintar, Abqariyyah Mutammimah Halilintar, Muhammad Saiih Halilintar, Siti Fatimah Halilintar, Muhammad Al-Fateh Halilintar, Muhammad Multazam Halilintar, Siti Saleha Halilintar dan Muhammad Salaheddien El-Qahtan Halilintar.

Dan sebelas anak yang dijuluki kesebelasan Gen Halilintar ini memang lain daripada yang lain. Sudah menjadi pebisnis bahkan di usia yang masih sangat belia. Bahkan salah satunya, yang bernama Saiih, didaulat menjadi assisten CEO di mana CEO tersebut adalah ayahnya sendiri. Saiih bahkan sangat nyaman beraktivitas dengan menggunakan sepatu roda hampir di mana pun, bahkan saat berkeliling di IBF kemarin. Hal itu dilakukan demi mengefektifkan waktu bekerjanya.

Sebelas anak halilintar ini, selain memiliki keunikan masing-masing, mereka juga punya peran penting di dalam keluarga. Dan pendidikan mereka, seperti diungkapkan oleh Ika, salah satu pengajar anak-anak Halilintar, tidak cukup dengan sekolah reguler. Mereka juga menempuh homeschooling, serta GenH School of Mind. Selain itu, mereka juga mendapat lebih banyak wawasan karena sering mengikuti ibu dan ayahnya berpetualang.

Meski terlihat sempurna, tentu banyak kisah-kisah lain yang diungkapkan Lenggogini dalam buku Kesebelasan GenHalilintar ini.

Selain memberi inspirasi dan motivasi lewat kisah keluarganya. Di dalamnya juga terdapat semacam tips-tips bermanfaat, di antaranya tips semasa dan pasca kehamilan, tentang pemberian ASI, mengurus keluarga asisten rumah tangga, pendidikan bagi anak-anak, kesehatan, pergaulan hingga gaya hidup dan manajemen keluarga ala Halilintar.

Buku ini tampaknya ditujukan untuk anak muda, pasangan suami istri yang baru menikah, hingga mereka, pasangan senior yang berpikir bahwa punya banyak anak itu akan membuat hidup semakin sulit.

Di bagian akhir isi buku Lenggogeni menulis, “Kita semestinya bangga menjadi keluarga besar yang mempunyai anak yang banyak. Anak-anak adalah aset dunia akhirat.” (anr)

Be the first to comment on "Kesebelasan GenHalilintar: Jadikan Sebelas Anak Sebagai Tim dalam Keluarga"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: