Dodi, seorang penjual kue Pancong di daerah Pekayon Bekasi Selatan, mampu sekolahkan anaknya hingga kuliah, “keluarga saya tinggal di Rancaekek Bandung dan anak pertama saya kuliah di IKOPIN (Institut Koperasi Indonesia) di Jatinangor,” ujar pria asli Sumedang ini.
Siapa yang tidak kenal dengan Pancong Balapan. Di Bekasi, Pancong Balapan sudah terkenal sejak lama, “Pancong Balapan di Proyek (di Jalan KH. Agus Salim) saja sudah 60 tahun lebih,” ujar Jojo kemenakan Dodi.
Jojo sendiri sudah berjualan Pancong sejak tahun 1999, pertama kali ikut jualan di pasar proyek. Pancong Balapan memang dikembangkan oleh saudara-saudara Dodi dan kemenakannya yang dari Sumedang. Sampai saat ini
Pancong Balapan sudah ada 6 cabang di Bekasi. Salah satunya di Summarecon dan yang terbaru di Pekayon.
Di Pekayon sendiri baru berdiri dua minggu dan letaknya tidak jauh dari swalayan Naga.
Pancong Balapan terbuat dari tepung terigu, telur dan gula. “Hampir sama seperti bahan martabak, bedanya martabak gulanya lebih sedikit. Ungkap Dodi. (YP)













