BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 29 Jan 2015 11:50 WIB ·

Pentingkah Pendidikan Seks Untuk Anak


 Pentingkah Pendidikan Seks Untuk Anak Perbesar

Bekasimedia – (27/01/15), Pendidikan seks dapat dimulai sejak dini, karena pendidikan seks tidak hanya mencakup pada pertanyaan dan jawaban belaka.

Penting dikomunikasikan dan diajarkan kepada siswa-siswi secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan tahapan umur pada anak sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah.

IMG-20150128-WA0004

Hal ini disampaikan oleh kepala sekolah SDIT Nurul Fikri Bekasi Timur, Dian Renianti S.Ag di kantornya Jl. Jampang No 72 Jatimulya Bekasi Timur, saat disambangi bekasimedia. Dian mengacu pada banyaknya kasus penyimpangan seks yang terjadi akhir-akhir ini yang membahayakan anak-anak.

Dian melanjutkan, di sekolah yang ia pimpin, pendidikan seks sejak dini ini dikomunikasikan dengan pihak orang tua/wali murid di awal tahun pelajaran. Pengawasan dan penjelasan ketika KBM (kegiatan belajar mengajar) berlangsung dan di luar KBM selama siswa-siswi berada di lingkungan sekolah, misalnya dalam kegiatan keputrian, mabit, pesantren ceria, dll.

“Pendidikan seks tidak dalam bentuk mata pelajaran akan tetapi diselipkan dalam materi pelajaran yang ada kaitannya, contoh : dalam mapel IPA ada materi tentang fungsi organ tubuh, dalam mapel PAI ada penjelasan tentang dilarang berdekatan atau bersentuhan kalau bukan muhrimnya, berlainan jenis tidak boleh berduaan, menjaga pandangannya, menutup auratnya,” tutur Dian.

Dian menambahkan, “selama siswa tersebut berada di lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab dan pengawasan kami, ketika di luar lingkungan sekolah kami serahkan kepada orang tua. Akan tetapi kami punya cara tersendiri dalam pengawasan secara tidak langsung melalui jejaring sosial FB, BBM, agenda kegiatan dalam buku penghubung, laporan dari teman, orang tua/masyarakat.”

“Alhamdulillah selama ini kami tidak memiliki kasus dan tidak melihat indikasi atau gejala yang terjadi pada anak didik terhadap perilaku penyimpangan atau pelecehan seksual. Namun demikian kami akan terus mengedukasi agar hal itu tidak terjadi,” tutup Dian di kantornya. (dns)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru