BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 19 Nov 2020 16:19 WIB ·

Dosen UIN Sulthan Thaha Jambi Kembangkan Kebun Berteknologi Canggih


 Dosen UIN Sulthan Thaha Jambi Kembangkan Kebun Berteknologi Canggih Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Dosen yang tergabung dalam Green Sutha UIN Sulthan Thaha Jambi berhasil mengembangkan sistem Smart Garden yang terintegrasi dengan Water Recycle sebagai salah satu upaya kampus untuk menerapkan konsep recycle dalam hal penggunaan air sebagai langkah mewujudkan green campus. Sistem Smart Garden ini dipasang di taman pada rumah dinas rektor. Peralatan ini merupakan inovasi dari laboratorium Fisika Instrumentasi yang merupakan produk dari penelitian dosen dan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi

“Alhamdulillah berkat kerjasama tim dosen dan mahasiswa, dan setelah melalui proses uji coba Laboratorium, kami berhasil melakukan instalasi peralatan smart garden + water recycle ini. Proses pembuatan hingga instalasi ini tidak membutuhkan waktu yang lama” ujar Indrawata Wardhana, Sekretaris pusat kajian Lingkungan Hidup kepada bekasimedia.com, Kamis (19/11/2020).

Dosen Fakultas Saintek ini menjelaskan bahwa penyiraman tanaman secara otomatis sangat dibutuhkan saat ini dikarenakan tersedianya perangkat dan jaringan IoT. Berdasarkan berbagai referensi, smart garden mampu mengatur volume air sesuai yang dibutuhkan tanaman sehingga lebih efesien dalam penggunaan air. Selain itu, pemasangan sensor kelembaban tanah, suhu tanah dan data cuaca dapat mengoptimalkan penggunaan air. Dalam hal pengembangan smart garden, tim ini membuat terobosan dengan membuat sistem berbasis machine learning berbasis decision tree sehingga seluruh aplikasi tidak menggunakan operator.

“Peralatan ini otomatis tidak akan melakukan penyemprotan air jika terjadi hujan pada pagi hari. Ataupun jika berdasarkan hasil analisa machine learning kami diprediksi akan terjadi hujan, maka machine learning yang berada di server akan melakukan kalkulasi debit air yang akan dikeluarkan. Sehingga air yang di gunakan lebih efektif ” ujar Ahmad Syukron Prasaja, Ketua pusat Studi Demografi yang juga dosen matakuliah Geografi.

Selain terobosan dari segi teknologi, tim green stuha ini juga melakukan optimalisasi sumber air smart garden. Dengan menggunakan air yang berasal dari kolam ikan, yang kaya akan nutrisi namun harus di buang per lima hari. Maka tim ini memutuskan untuk menggunakan air pada kedalaman -10 cm dari permukaan kolam untuk menyedot sisa-sisa kotoran / lumut dan lainnya dari dasar kolam. Sehingga ikan semah yang berada pada kolam dapat mendapatkan air bersih karena air terus berganti dan tanaman pada taman mendapatkan nutrisi dari air kolam.

“Biaya awal pembuatan sistem ini kurang dari 1 jt. Namun bisa mengairi seluruh sisi taman yang panjangnya saja bisa 100 meter. Rencananya Sistem ini akan dilengkapi peralatan Smart Pollution dan Monitoring Automatic Weather System (MAWS) buatan tim “ ungkap Syukra Ningsih, ketua pusat kajian lingkungan hidup.

Rencananya, sistem smart garden ini akan diuji coba pada lahan perkebunan masyarakat pada skala kecil sebagai upaya pendampingan masyarakat di sekitar area kampus. Selain itu beberapa alat smart system juga akan di pasang seperti smart building, smart pollution, early warning system sebagai upaya kampus untuk melakukan penerapan teknologi hasil penelitian pada masyarakat. (eas)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Peduli Autisme, PT Perusahaan Pengelola Aset Bersinergi dengan Cagar Foundation dalam Program Ramadan

22 Maret 2025 - 23:31 WIB

Pemkot Bekasi Fokus Bersihkan Sisa Lumpur dan Distribusikan Bantuan Pasca Banjir

11 Maret 2025 - 11:41 WIB

Soal Kenaikan Tarif PDAM, Legislator PKS Harap Wali Kota Bekasi Bisa Merasakan Keresahan Masyarakat

4 Maret 2025 - 04:48 WIB

Soal Tarif Baru PDAM Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Sebut Penyesuaian Bukan Kenaikan

3 Maret 2025 - 22:55 WIB

Sertifikat Rumah Tak Kunjung Terbit, Lussi Warga Perumahan Griya Husada Asri Ngadu ke Presiden

22 Februari 2025 - 17:48 WIB

Pj. Wali Kota Bekasi Berikan Salam Perpisahan ke ASN Pemkot Bekasi

18 Februari 2025 - 19:18 WIB

Trending di Berita Terbaru