fbpx

Festival Kuliner Lintas Iman, Berpotensi Picu Keresahan Masyarakat

20160118200308-1
Bekasimedia- Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Sanwani menyatakan Festival Kuliner Lintas Iman yang dihelat pada Minggu (17/1) di alun-alun kota Bekasi dikhawatirkan bisa memicu keresahan di masyarakat. Hal ini menurutnya karena di festival tersebut ada aliran-aliran yang jelas tidak dilegalkan baik oleh pemerintah Kota Bekasi maupun MUI, seperti Ahmadiyah dan Syiah.
“Pemkot Bekasi dan MUI sendiri secara tegas menyatakan bahwa tidak ada tempat bagi Ahmadiyah, karena bukan bagian dari agama. Kecuali jika mereka sudah menjadi bagian dari Islam dan beribadah secara benar, baik shalatnya, syahadatnya, sehingga bisa sama-sama berbaur dengan masyarakat lainnya dalam hal ibadah dan lain-lain,” ujar Sanwani saat ditemui di kantornya, Senin (18/1).
Sanwani menyatakan festival tersebut dikhawatirkan menjadi ajang menyebarkan paham-paham baru yang akan menimbulkan kebingungan warga.
“Jika memang di dalam sana ada rencana penyebaran agama atau di dalamnya dikhawatirkan ada bentuk-bentuk penyebaran agama baru,” ujar Ketua Komisi D dari fraksi PPP.
Sanwani menyatakan segala hal bisa menjadi kemungkinan. Bisa jadi karena alasan tertentu misalnya karena mereka ingin menunjukkan eksistensi. Akan tetapi ia menegaskan bahwa ini jelas akan menimbulkan kerancuan di masyarakat nantinya. Jika pemerintah tidak tegas maka akan ada masyarakat yang tidak bisa menerima lantas melakukan langkah-langkah balasan atau bertindak sendiri tanpa arahan. (dns)

Be the first to comment on "Festival Kuliner Lintas Iman, Berpotensi Picu Keresahan Masyarakat"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: