fbpx

Gerakan #DiRumahAja Cegah Persebaran Covid-19 Harus Disikapi Positif (bagian 2)

ilustrasi: pixabay

Oleh: Kang Iman

Di artikel sebelumnya kang Iman menyampaikan bahwa dengan stress hidup kita bisa lebih baik. Apakah benar bisa seperti itu?

Stress ini muncul karena adanya ketidakseimbangan antara pola pikir dan pola rasa. Letakan keduanya pada posisi yang benar. Maksudnya adalah pola pikir itu berfungsi untuk alat pencari solusi, mencari jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi, itulah kecerdasan pikir (IQ). Ditambah lagi sebuah komponen yang hanya dimiliki manusia sebagai makhluk hidup paling mulia di muka bumi, yaitu akal

Kemudian pola rasa atau seringkali disebut perasaan atau emosi. Rasa setiap manusia berbeda tidak sama, tingkatannnya pun berbeda. Bahkan para ahli menyebutkan bahwa emosi merupakan sebuah kecerdasan (EQ) yang dimiliki manusia, selain kecerdasan pikir (IQ). Manfaatkan rasa atau emosi didalam diri menjadi tenang tidak grasa-grusu dan nyaman, tidak galau.

Kedua kecerdasan ini sangat dikendalikan oleh manusia, tapi terkadang manusia yang lemah justru dikendalikan kedua kecerdasan tersebut. Amati diri kita, kita termasuk yang manusia mengendalikan atau dikendalikan.

Dalam situasi dan kondisi sekarang ini untuk mengantisipasi virus Covid 19 dibutuhkan sekali kecerdasan pikir dan rasa, sebagai think-sanitizer dan heart-infektan untuk diri kita masing-masing.

Mengutip status sahabat kang Iman di social medianya, bahwa ketenangan pikiran, kenyamanan rasa serta kesabaran merupakan obat dan langkah awal dari kesembuhan sebuah penyakit. So, tetap semangat.

save 1 family, save 1 generation
bersambung…

Kang Iman Hypno Teaching
Klinik Terapi Keluarga Indonesia – Stress Relief Center (0822 4066 6891)

%d blogger menyukai ini: